Bolaindonesia

Jadi Bos Persikota, Gading Marten Ungkap Alasannya Tak Beli Persija Jakarta

Gading Marten ungkap alasannya tidak beli Persija Jakarta.

Arif Budi Setyanto

Gading Marten di akun Youtube Persija Jakarta. (YouTube/Persija Jakarta)
Gading Marten di akun Youtube Persija Jakarta. (YouTube/Persija Jakarta)

Bolatimes.com - Gading Marten merupakan salah satu selebritis yang mengidolakan Persija Jakarta. Alih-alih membeli saham klub idolanya, beberapa waktu lalu Gading malah memutuskan mengakuisisi klub Liga 3 Indonesia, Persikota Tangerang.

Bukan tanpa sebab, Gading akhirnya mengungkapkan alasan mengapa dirinya lebih memilih membeli saham Persikota dibandingkan Persija. Hal itu diungkapkan Gading saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Persija Jakarta yang tayang pada Minggu (27/6/2021).

Pada tayangan itu, Gading diberi pertanyaan mengapa dia malah membeli Persikota dibanding Persija. Gading mengatakan tidak semudah itu bisa membeli klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

"Mahal haha. Ya maksudnya kita sebagai orang Jakarta, ya pasti dari dulu mengidolakan Persija. Cuma kalau ngomongi sepak bola dan merambah ke bisnisnya, ya tidak semudah itu," ucap Gading Marten.

Gading Marten akuisisi Persikota Tangerang. (Instagram/persikotafc1994)
Gading Marten akuisisi Persikota Tangerang. (Instagram/persikotafc1994)

"Maksudnya Persija mainnya sudah di kelas Liga 1 bahkan Asia. Dan yang ada di sana senior, master, dan bos semua. Tidak semudah 'gue punya duit, gue mau masuk Persija dong' tidak bisa segampang itu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Gading Marten membeli saham Persikota karena lebih realistis. Bahkan dia mencontohkan David Beckham yang membuat Inter Miami, tapi padahal hatinya ke Manchester United.

"Ada celah-celah lain, liga-liga lain seperti Liga 2 dan Liga 3. Ya kaya David Beckham jiwanya mungkin MU banget. Dia besar di MU, namanya gede di sana. Ibaratnya sudah jadi dewa di MU. Dia belinya Miami," tambahnya.

Gading juga menegaskan bahwa dirinya membeli klub bola bukan karena tren atau bergaya saja. Namun, dia ingin ikut andil demi majunya sepak bola Indonesia.

"Sepak bola Indonesia kan besar banget. Hampir ada 300 juta orang kita harus nyari pemain yang bisa nanti pakai lambang garuda (main timnas) bikin bangga Indonesia."

"Itu bisa dari liga mana aja. Liga 1. Di Liga 2 dan Liga 3 masih ada pemain muda yang mungkin 'nyawanya' lebih panjang. Makanya kami cari bibit baru, siapa tahu dari klub kami bisa menyuplai ke PSSI, ini pemain muda yang bisa dididik lagi," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini