Boladunia

Lionel Messi Sah Bukan Pemain Barcelona Dini Hari Nanti

Kontrak Messi bersama Barcelona habis pada 30 Juni, namun belum ada kabar perpanjangan.

Rauhanda Riyantama

Bintang Barcelona Lionel Messi membuat rekor setelah meraih trofi Ballon d'Or untuk keenam kalinya pada tahun 2019 di Chatelet Theatre, Paris. (FRANCK FIFE / AFP)
Bintang Barcelona Lionel Messi membuat rekor setelah meraih trofi Ballon d'Or untuk keenam kalinya pada tahun 2019 di Chatelet Theatre, Paris. (FRANCK FIFE / AFP)

Bolatimes.com - Melihat catatan klausul kontrak, Lionel Messi sudah bukan pemain Barcelona lagi pada dini hari nanti 1 Juli. Dan hingga kini kabar perpanjangan kontrak bintang Argentina itu belum menemui titik terang.

Sejak terpilih sebagai presiden Barcelona pada bulan Maret, membuat Messi bertahan adalah misi nomor satu Joan Laporta.

Patut diingat bahwa Messi siap untuk meninggalkan Barcelona musim panas lalu, dengan pemain berusia 34 tahun itu menyerahkan permintaan transfer kepada presiden klub saat itu Josep Maria Bartomeu melalui burofax.

Kapten Barcelona Lionel Messi mengikuti sesi latihan di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal pada Agustus 2020 jelang pertandingan perempat final Liga Champions musim 2019/20. [AFP]
Kapten Barcelona Lionel Messi mengikuti sesi latihan di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal pada Agustus 2020 jelang pertandingan perempat final Liga Champions musim 2019/20. [AFP]

Namun Blaugrana tidak mau melepaskannya dan menyatakan kepada klub yang tertarik kepada Messi ketika itu untuk menebusnya sesuai klausul pelepasan dalam kontrak yang bernilai 700 juta euro.

Di sepanjang kampanye pemilihan presiden klub, Laporta pernah sesumbar jika ia terpilih maka Messi akan bertahan. Karena menurutnya, ia memiliki kedekatan dengan Messi.

Namun, empat bulan telah berlalu sejak Laporta menjadi presiden Barcelona dan belum ada kesepakatan antara klub dan kubu Messi.

Laporta memiliki hubungan yang sangat baik dengan Messi dan ayahnya, Jorge Messi. Bahkan beberapa waktu lalu Laporta dan Jorge dikabarkan sudah bertemu, namun belum tercapai kesepakatan.

Tengah malam nanti, ketika bulan berganti, maka Messi akan berstatus bebas transfer. Artinya, jika dalam beberapa jam waktu yang tersisa Laporta tidak mendapatkan tanda tangan Messi, maka Barcelona kehilangan pemain Argentina itu tanpa pemasukan.

Dilaporkan Marca, masalah terbesar yang dihadapi Barcelona bukan Messi pergi tanpa menghasilkan uang. Akan tetapi keberlangsungan sponsor.

Presiden Barcelona Joan Laporta. (AFP/LLUIS GENE)
Presiden Barcelona Joan Laporta. (AFP/LLUIS GENE)

Karena faktanya, sejumlah perusahaan menginvestasikan banyak uang ke Barcelona karena keberadaan Messi, salah satu atlet paling terkenal di dunia.

Tanpa Messi di klub, bisa dipastikan masalah finansial Barcelona akan bertambah. Barcelona sendiri tercatat memiliki hutang yang sangat besar dan terancam bangkrut.

Barcelona tercatat sebagai salah satu klub yang mengalami dampak paling besar dari pandemi COVID-19. Dilansir Marca, utang Barcelona mencapai 1,173 milar euro atau setara dengan Rp20,7 triliun.

Dari angka di atas, 750 juta euro atau Rp13,2 triliun harus segera dilunasi dalam jangka pendek.

Badai finansial tentu menjadi masalah serius bagi yang tidak bisa dianggap enteng oleh para petinggi Barcelona, khususnya sang presiden.

Sejak terpilih sebagai presiden, Laporta memeras otak untuk mengatasi masalah finansial tersebut, dan meminjam adalah salah satu solusi yang terpaksa direalisasi agar roda kehidupan klub tetap berjalan.

Barcelona dikabarkan mendapatkan pinjaman dari bank investasi asal Amerika Serikat, Goldman Sachs, sebesar 500 juta euro atau setara dengan Rp8,8 triliun.

Merujuk pada besarnya hutang yang dimiliki Barcelona, kemungkinan besar Laporta akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kesepakatan dengan kubu Lionel Messi sebelum tengah malam ini, 30 Juni.

(Suara.com/Syaiful Rachman)

Berita Terkait

Berita Terkini