Bolaindonesia

Barcelona di Ambang Ulangi Rekor Buruk 24 Tahun Silam usai Dikalahkan Inter Milan, Apa Itu?

Barcelona tumbang saat bertandang ke markas Inter Milan dengan skor 0-1 dalam lanjutan Liga Champions 2022/2023.

Rauhanda Riyantama

Barcelona kalah 0-1 lawan Inter Milan dalam lanjutan Liga Champions 2022/2023. (AFP)
Barcelona kalah 0-1 lawan Inter Milan dalam lanjutan Liga Champions 2022/2023. (AFP)

Bolatimes.com - Barcelona harus mengakui kekalahan saat bertandang ke markas Inter Milan dalam matchday ketiga Grup C Liga Champions 2022/2023, Rabu (5/10/2022). Hasil tersebut membuat Barceloan di ambang ulangi rekor buruk 24 tahun silam.

Duel Inter Milan vs Barcelona yang tersaji di Stadion Giuseppe Meazza, berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Gol semata wayang Nerazzurri dicetak Hakan Calhanoglu.

Hasil ini jelas bukan yang diinginkan tim asuhan Xavi Hernandez. Sebelum laga, juru taktik 42 tahun itu sudah mewanti-wanti bahwa laga ini akan sangat krusial.

Kekalahan ini membuat Barcelona terjerembab ke peringkat tiga klasemen Grup C dengan koleksi tiga poin hasil dari sekali menang dan dua kali kalah dalam tiga laga pertama fase grup.

Situasi itu jelas membuat Barcelona dinaungi kengerian gagal lolos ke babak 16 besar mengingat ketatnya persaingan di Grup C Champions League 2022-2023.

Jika gagal lolos, maka Barcelona akan mengulangi rekor buruk 24 tahun silam ketika mereka gagal lolos dari fase grup Liga Champions selama dua musim beruntun pada 1997/98 dan 1998/99.

Sebelum Champions League 2022-2023, Barcelona harus terhenti di fase grup pada musim sebelumnya. Itu adalah kali pertama mereka gagal melangkah ke 16 besar sejak musim 2000/21.

Terkini, Barcelona dalam situasi sulit. Pasalnya, sebelum kalah di Giuseppe Meazza, mereka dan Inter berada dalam situasi yang sama. Kedua tim sama-sama kalah dari pemuncak klasemen Bayern Munich, sebelum menggebuk Viktoria Plzen.

Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Barcelona dalam pertandingan Liga Champions pada 5 Oktober 2022. ANTARA/AFP/MARCO BERTORELLO
Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Barcelona dalam pertandingan Liga Champions pada 5 Oktober 2022. ANTARA/AFP/MARCO BERTORELLO

Kini, Inter berada di peringkat kedua dengan enam poin alias unggul tiga poin dari Barcelona ketika fase grup tinggal menyisakan tiga pertandingan lagi.

Secara matematis, Barcelona jelas masih punya peluang untuk lolos setidaknya sebagai runner-up grup. Namun, jalan terjal sudah menunggu mereka di mana Blaugrana akan menjamu Inter dan Bayern Munich sebelum bertandang ke markas Plzen di matchday keenam atau terakhir.

Tiga laga itu jelas amat menentukan lolos tidaknya Barcelona ke fase knock-out. Karenanya, Xavi Hernandez pun menganggap tiga laga sisa Grup C layaknya pertandingan final untuk timnya.

"Kami tidak cukup kuat. Ini menyibukkan. Kami berada dalam situasi yang kompleks sekarang. Di Liga Champions kami memiliki tiga final tersisa - dan begitulah cara kami memperlakukan mereka," kata Xavi Hernandez dikutip dari laman resmi UEFA, Rabu (5/10/2022).

Menurut Xavi, Barcelona sejatinya tak tampil buruk dalam laga kontra Inter Milan. Mereka menciptakan banyak peluang tetapi pada akhirnya tak mampu membuat gol.

Melansir statistik UEFA, pernyataan Xavi tidak keliru lantaran Barcelona menguasai 68 persen penguasaan bola dalm menciptakan tujuh peluang berbanding lima milik Inter. Namun, penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam laga ini.

"Kami mencoba membuka permainan dengan lebar, di luar, dan membiarkan pelari masuk dari 'dalam'. Kami menciptakan lebih dari yang dilakukan Inter, kami mencoba semua yang kami tahu. Tapi tidak ada yang berhasil," jelas Xavi.

"Kami seharusnya menghasilkan pertandingan yang lebih baik. Kami pulang dengan kekalahan ini meninggalkan kami dalam posisi yang sangat sulit."

Berita Terkait

Berita Terkini