Bolaindonesia

Resmi Mundur dari Persija Jakarta, Ini Unggahan Paling Purna Gede Widiade

Usai nyatakan mundur sebagai Direktur Utama Persija Jakarta, begini aktivitas Gede Widiade di media sosialnya.

Galih Priatmojo

Gede Widiade (sumber: persija.id).
Gede Widiade (sumber: persija.id).

Bolatimes.com - Sebuah langkah mengejutkan diambil Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade. Rabu malam kemarin, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari manajemen skuat Macan Kemayoran. Ini unggahan paling purna di akun Instagramnya.

Dilansir dari laman resmi Persija, Gede Widiade menyatakan mundur dari jabatannya di Persija Jakarta. Ia beralasan bahwa keputusannya itu lantaran sudah semua target dipenuhi dari direksi, terutama sukses membawa Marko Simic dkk juara liga.

Gede tak sendiri. Ia mundur bersama COO Rafil Perdana. Setelah menyatakan mundur keduanya menyerahkan segala bentuk urusan keputusan serta kebijakan pada manajemen Persija Jakarta yang baru.

"Pengunduran diri saya ini tidak bersifat politis atau apapun. Tugas kami sebagai profesional mengantar Persija mencapai yang ditargetkan. Untuk itu sebenarnya kami berdua sejak tanggal 1 Februari 2019 kami sepakat mengajukan pengunduran diri secara yuridis dalam PT Persija secara struktural," jelasnya.

"Jadi ini soal korporasi dan saya minta maaf dan terima kasih kepada Bung Ferry (Indrasjarief) dan The Jakmania mitra ke-12 kami. Terima kasih telah memberikan support yang dapat menghasilkan prestasi seperti ini," terangnya lebih jauh.

Sementara itu, saat Bolatimes coba menengok akun media sosial Instagram Gede Widiade nyaris tak ada unggahan baru terhitung semenjak akhir tahun lalu. Padahal, Gede sebelumnya cukup aktif mengunggah foto maupun video di akun Instagramnya.

Meski begitu, di unggahan terakhir yang tercatat 23 Desember 2018 terkait video pembangunan lapangan latihan Persija yang baru yakni lapangan Aldiron yang terletak di Pancoran sejumlah komentar terkait mundurnya Gede bertebaran.

Beberapa memberi ucapan perpisahan dan terima kasih lantaran sukses mencapai target membawa Persija Jakarta juara kompetisi. Tapi tak sedikit pula yang berkomentar miring yang mengkaitkan mundurnya Gede dengan dokumen milik Persija yang ditemukan rusak oleh tim Satgas Anti Mafia Bola beberapa waktu lalu saat menindaklanjuti soal kasus pengaturan skor di kompetisi sepakbola Indonesia.

 

Berita Terkait

Berita Terkini