Boladunia

5 Pemain yang Potensial Sabet Ballon d'Or Jika Maksimalkan Bakatnya

Berikut 5 pemain top yang bisa raih gelar Ballon d'Or andai selalu bermain dalam performa top.

Rauhanda Riyantama

Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar. (LIONEL BONAVENTURE / AFP)
Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar. (LIONEL BONAVENTURE / AFP)

Bolatimes.com - Ballon d'Or jadi ajang penghargaan bergengsi bagi pesepak bola top dunia. Ide itu digagas oleh majalah berita Prancis, France Football, kepada pesepakbola dengan performa terbaik dalam satu tahun kalender.

Beberapa tahun belakangan, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi kerap menjadi pemenang penghargaan itu. Sejauh ini, hanya Luca Modric yang menjadi pembeda di antara mereka.

Selain Ronaldo dan Messi, sebenarnya ada dua pesepak bola yang berpotensi sabet Ballon d'Or. Bolatimes merangkum 5 pemain bisa menyabet gelar Ballon d'Or jika menunjukkan kemampuan terhebatnya.

1. Neymar

 

Aksi nyeleneh Neymar yang nyaris cium bibir bek Kolombia. (JUAN BARRETO / AFP)
Aksi nyeleneh Neymar yang nyaris cium bibir bek Kolombia. (JUAN BARRETO / AFP)

beberapa kali kesempatan, Neymar sudah masuk nominasi Ballon d'Or. Tercatat, pada 2015 dan 2017, pemain PSG itu ada di tiga besar.

Tahun ini, Neymar berpotensi untuk menyabet gelar tersebut. Sebab, ada tiga gelar yang bisa diraihnya yakni Liga Prancis, Liga Champions, dan Piala Dunia.

2. Gareth Bale

Gelandang Timnas Wales, Gareth Bale. (Geoff Caddick / AFP)
Gelandang Timnas Wales, Gareth Bale. (Geoff Caddick / AFP)

Bale merupakan pesepak bola dengan talenta luar biasa. Dia diberikan skill olah bola ciamik dan dianugerahi kecepatan di atas rata-rata.

Untuk kontribusi bersama tim, Bale bisa dibilang luar biasa. Sebab, sejak berseragam Real Madrid, ia sudah mempersembahkan 4 gelar Liga Champions. Musim ini, Bale memang tengah berjuang sembuh dari cedera.

Jika kembali ke top performa, bukan tak mungkin pemain Wales ini bisa menyabet gelar Ballon d'Or.

3. Eden Hazard

Winger Real Madrid, Eden Hazard (tengah) dipapah keluar lapangan usai mengalami cedera pergelangan kaki pada laga Liga Champions 2019/2020 kontra Paris Saint-Germain di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (27/11/2019) dini hari WIB. [JAVIER SORIANO / AFP]
Winger Real Madrid, Eden Hazard (tengah) dipapah keluar lapangan usai mengalami cedera pergelangan kaki pada laga Liga Champions 2019/2020 kontra Paris Saint-Germain di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (27/11/2019) dini hari WIB. [JAVIER SORIANO / AFP]

Sejak pindah ke Real Madrid, performa Hazard memang menurun. Tak ada aksi-aksi ciamik layaknya di Chelsea yang dipertontonkannya kepada penggemar El Real.

Adalah badai cedera yang kerap membuat Hazard kesulitan kembali ke sentuhan terbaiknya. Padahal, saat berseragam The Blues, Hazard mempersembahkan dua gelar Liga Premier, satu Piala FA, dua gelar Liga Europa, dan satu Piala Liga.

4. Paulo Dybala

Selebrasi penyerang Juventus, Paulo Dybala usai bobol gawang Zenit Saint Petersburg di Liga Champions. (ISABELLA BONOTTO / AFP)
Selebrasi penyerang Juventus, Paulo Dybala usai bobol gawang Zenit Saint Petersburg di Liga Champions. (ISABELLA BONOTTO / AFP)

Dybala adalah pesepak bola dengan atribut komplet. Sebagai penyerang Juventus, ia sudah menyumbang 5 trofi buat Si Nyonya Tua secara berturut-turut.

Sayang, kiprahnya kerap tenggelam oleh nama-nama besar. Saat Cristiano Ronaldo masih bermain di Juventus, Dybala harus rela menjadi pelayan CR7 dalam mencetak gol.

Di satu sisi, saat bermain untuk Timnas Argentina, Dybala adalah rekan satu tim Lionel Messi. Untuk urusan posisi bermain, Dybala dan Messi menempati pos yang sama.

5. Paul Pogba

Paul Pogba berduel dengan pemain Everton pada laga pekan ke-7 Liga Inggris. (Oli SCARFF / AFP)
Paul Pogba berduel dengan pemain Everton pada laga pekan ke-7 Liga Inggris. (Oli SCARFF / AFP)

Pogba adalah salah satu pesepakbola paling berbakat. Ada hal-hal yang dia lakukan di lapangan yang tidak terbayangkan oleh banyak pemain. Teknik dan jangkauan umpan pemain Prancis ini luar biasa.

Dia memiliki peran sangat penting untuk kemenangan negaranya di Piala Dunia 2018. Namun, Pogba tidak konsisten. Beberapa kali ia kadang membikin kontroversi sehingga untuk mencapai level terbaik ia kerap tersandung.

Kontributor: Kusuma Alan

Berita Terkait

Berita Terkini