Boladunia

Cerita Alaba yang Kaget dengan Perbedaan Kultur Makan Malam di Spanyol

David Alaba berkisah jika kebiasaan makan malam di Spanyol jauh berbeda di banding di Jerman.

Rauhanda Riyantama

Bek Real Madrid, David Alaba. (GABRIEL BOUYS / AFP)
Bek Real Madrid, David Alaba. (GABRIEL BOUYS / AFP)

Bolatimes.com - Bek Real Madrid, David Alaba dipaksa untuk cepat beradaptasi dengan budaya Spanyol yang menurutnya sangat aneh dan berbeda dengan Jerman.

David Alaba hijrah ke Real Madrid dari Bayern Munich pada bursa transfer musim panas lalu. Dan kini menjadi bagian penting dari skuat El Real.

Meski terlihat baik-baik saja, David Alaba ternyata memiliki kesulitan untuk bisa beradaptasi dengan Spanyol dan adat sepak bola Negeri Matador.

Pemain timnas Austria ini dibuat terkejut dengan perbedaan sangat mencolok antara Jerman dan Spanyol, keanehan yang membuatnya merasa sendiri.

Dilansir dari Marca, Alaba menyebut sering duduk di restoran sendirian dan menjadi pelanggan pertama yang datang di restoran tersebut.

Namun ketika ia pergi, orang-orang justru baru datang ke restoran tersebut untuk makan atau sekadar mengobrol bersama teman.

"Jadwal di sini sangat berbeda dan itu merupakan perubahan besar bagi saya terutama di musim panas, kehidupan terhenti total di sore hari," ucap Alaba.

"Ketika saya pertama kali di sini dan ingin makan malam, saya akan tiba di restoran pada pukul 20:00 dan sering duduk sendirian. Ketika saya pergi, pelanggan pertama datang," imbuhnya.

Pemain Bayern Munchen, David Alaba (tengah) merayakan gol ke gawang Spartak Moskowe di Liga Champions 2012/2013 (AFP)
Pemain Bayern Munchen, David Alaba (tengah) merayakan gol ke gawang Spartak Moskowe di Liga Champions 2012/2013 (AFP)

Selain itu kendala bahasa juga sempat menyulitkan Alaba dalam beradaptasi di skuat Real Madrid, ia merasa beruntung memiliki pelatih sekaliber Carlo Ancelotti.

Memiliki pengalaman dilatih di Bayern Munich oleh Ancelotti membuat Alabar sangat memahami apa yang dimaksud sang pelatih meski tak memahami bahasa Sapnyol.

"Carlo Ancelotti berbicara bahasa Spanyol dengan sempurna. Namun, semua orang di Muenchen juga memahaminya dengan baik," ujar Alaba.

"Semua orang di sana berbicara Bahasa Inggris dengan sangat baik. Dia adalah orang kelas satu dan bisa membawa pengalaman luar biasa.

"Dia mencintai pekerjaannya dan mencoba untuk terus mengembangkan kami sebagai pemain sehingga kami selalu tampil di level tertinggi.

"Yang paling membuat saya terkesan adalah, betapa laparnya dia untuk sukses." imbuhnya.

Selama berkostum Real Madrid, Alaba sudah memainkan 18 pertandingan dan menorehkan satu gol saat membela El Real bermain melawan Barcelona di Stadion Camp Nou.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini