Boladunia

5 Tim yang Seharusnya Tak Turun Kasta ke Liga Europa 2021-2022

Berikut 5 tim yang seharusnya masih berbuat banyak di Liga Champions musim ini.

Rauhanda Riyantama

Barcelona ditahan imbang 2-2 lawan Osasuna dalam lanjutan Liga Spanyol. (ANDER GILLENEA / AFP)
Barcelona ditahan imbang 2-2 lawan Osasuna dalam lanjutan Liga Spanyol. (ANDER GILLENEA / AFP)

Bolatimes.com - Liga Champions musim ini penuh kejutan. Pasalnya, beberapa tim langganan 16 besar dan terhitung tim besar, harus merasakan turun kasta ke Liga Europa 2021-2022.

Pengundian jadwal babak 16 besar Liga Champions 2021-2022 telah dilakukan oleh UEFA pada Senin (13/12/21) waktu setempat, di mana 16 tim telah diundi dan menghasilkan 8 pertandingan bergengsi.

Selain mengundi 16 tim terbaik dari babak grup Liga Champions, UEFA juga mengundi babak 16 besar untuk Liga Europa.

Berbeda dengan Liga Champions, drawing Liga Europa kali ini turut mengundi beberapa tim yang akan berlaga di babak Play Off sebelum bertemu para juara grup di babak 16 besar kompetisi kasta kedua itu.

Para peserta Play Off Liga Europa ini merupakan tim-tim ‘terbuang’ yang finis di peringkat ketiga fase grup Liga Champions 2021-2022.

Dari 8 tim ‘buangan’ Liga Champions musim ini, terdapat 5 tim yang tak seharusnya turun kasta ke Liga Europa 2021-2022.

Tak pantasnya beberapa tim tersebut tak lepas dari status mereka sebagai klub papan atas dan juga langganan babak Knock Out Liga Champions.

Namun karena performa yang angin-anginan di musim ini, beberapa tim ini pun harus menanggung malu dan tampil di kompetisi kelas dua untuk sisa musim 2021-2022. Berikut 5 tim besar tersebut.

1. Barcelona

Aksi Sergino Dest saat Barcelona dikalahkan Bayern Munich 0-3. (CHRISTOF STACHE / AFP)
Aksi Sergino Dest saat Barcelona dikalahkan Bayern Munich 0-3. (CHRISTOF STACHE / AFP)

Barcelona menjadi salah satu klub papan atas dan klub langganan babak Knock Out Liga Champions yang harus turun kasta ke Liga Europa 2021-2022 karena finis di tempat ketiga babak grup.

Turun kastanya Barcelona ke Liga Europa menjadi yang pertama sejak 21 tahun silam, yakni di musim 2000/01. Saat itu, Blaugrana juga finis di tempat ketiga.

Perjalanan Barcelona di Liga Champions ini memang tak mulus. Dalam 6 pertandingan, klub asal Catalan ini hanya meraih 2 kemenangan, 1 hasil imbang dan 3 kekalahan.

Parahnya lagi, dari 6 laga itu Barcelona hanya memasukkan 2 gol saja dan kebobolan 9 gol.

2. Borussia Dortmund

Pemain Borussia Dortmund, Donyell Malen. (INA FASSBENDER / AFP)
Pemain Borussia Dortmund, Donyell Malen. (INA FASSBENDER / AFP)

Selain Barcelona, ada tim besar langganan babak Knock Out Liga Champions yang harus turun kasta ke Liga Europa 2021-2022. Tim itu adalah Borussia Dortmund.

Perjalanan Dortmund di kancah Liga Champions musim ini terbilang di bawah standar. Tergabung di grup C bersama Ajax, Sporting CP dan Besiktas, Die Borussen tak bisa berbuat banyak di fase grup.

Dortmund hanya meraih 3 kemenangan dan 3 kekalahan dalam 6 laga yang dijalani. Usut punya usut, cederanya Erling Haaland dan pergantian pelatih menjadi penyebab utama menurunnya performa Die Borussen di Liga Champions.

3. Sevilla

Sevilla mengalahkan Athletic Bilbao 1-0 dalam lanjutan Liga Spanyol. (ANDER GILLENEA / AFP)
Sevilla mengalahkan Athletic Bilbao 1-0 dalam lanjutan Liga Spanyol. (ANDER GILLENEA / AFP)

Sevilla memang akrab dengan Liga Europa. Namun jika melihat kualitas tim serta lawan-lawannya di babak grup Liga Champions musim ini, Los Palanganas seharusnya tak turun kasta ke ajang kelas dua itu.

Sevilla sendiri tergabung di grup G bersama Lille, RB Salzburg, dan Wolfsburg. Dengan status tim empat besar Liga Spanyol, seharusnya mudah bagi Los Palanganas menjadi juara grup atau setidaknya lolos ke 16 besar.

Namun apa daya, Sevilla justru melempem dan hanya mampu meraih 1 kemenangan dari 6 laga sehingga terdampar di peringkat ketiga di atas Wolfsburg.

4. RB Leipzig

Emil Forsberg ketika membela klubnya, RB Leipzig. (Annegret Hilse/AFP)
Emil Forsberg ketika membela klubnya, RB Leipzig. (Annegret Hilse/AFP)

Tak ada yang menyangsikan kekuatan RB Leipzig baik di kompetisi lokal maupun kompetisi Eropa sekelas Liga Champions. Die Roten Bullen bisa dikatakan salah satu tim langganan babak Knock Out ajang terpopuler itu.

Meski berstatus tim langganan babak Knock Out Liga Champions, nasib mujur belum berpihak kepada RB Leipzig musim ini. Pasalnya, Die Roten Bullen harus tergabung di grup A bersama tim kuat Manchester City, Paris Saint-Germain dan Club Brugge.

Dengan kualitas lawan yang di atas rata-rata serta buruknya permainan akibat pergantian pelatih, RB Leipzig pun tak bisa mengulang kesuksesan di musim 2020-2021 kala menyingkirkan Manchester United dari babak grup dan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

5. FC Porto

Wajah lesu Zlatan Ibrahimovic saat AC Milan ditahan imbang Porto 1-1 di Liga Champions. (MARCO BERTORELLO / AFP)
Wajah lesu Zlatan Ibrahimovic saat AC Milan ditahan imbang Porto 1-1 di Liga Champions. (MARCO BERTORELLO / AFP)

FC Porto juga merupakan salah satu tim papan atas yang punya status di Liga Champions. Akan tetapi, status itu tak cukup membuat tim berjuluk Dragoes ini bisa melangkah mulus ke babak Knock Out.

FC Porto harus turun kasta ke Liga Europa musim ini karena tergabung di grup neraka bersama Liverpool, Atletico Madrid, dan AC Milan di grup B.

Hanya saja, FC Porto boleh membusungkan dada. Sebab, mereka finis di peringkat ketiga di atas AC Milan yang merupakan klub dengan ‘DNA Eropa’.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini