Boladunia

Sudah Ngebet ke Barcelona, Xavi Hernandez: Saya Sangat Ingin Pulang

Xavi ingin Barcelona lebih berjuang untuk bisa membawanya pulang

Irwan Febri Rialdi

Pelatih Al-Sadd, Xavi Hernandez, usai menjuari Amir Cup. (Karim Jaafar/AFP)
Pelatih Al-Sadd, Xavi Hernandez, usai menjuari Amir Cup. (Karim Jaafar/AFP)

Bolatimes.com - Pelatih Al Sadd, Xavi Hernandez, tidak bisa membohongi keinginan hatinya yang terdalam. Ia ingin klub bersedia melepas dirinya untuk mengambil alih pekerjaan sebagai pelatih baru Barcelona.

Para eksekutif Barcelona berada di Doha pada hari Rabu untuk bertemu dengan pejabat Al-Sadd atas Xavi yang diyakini jadi pilihan utama Barcelona untuk menggantikan Ronald Koeman yang dipecat.

Namun, Al-Sadd merilis pernyataan yang mengatakan mereka bertujuan untuk mempertahankan Xavi. Mereka enggan melepas sang pelatih di tengah musim.

Kondisi itu membuat Xavi buka suara. Dia menegaskan ingin "pulang" ke klub yang membesarkan namanya selama 17 musim, untuk mengemban tugas sebagai juru taktik.

"Saya sudah berbicara dengan Barca selama berhari-hari, ini sudah selesai," kata Xavi setelah Al-Sadd bermain imbang dengan Al-Duhail 3-3 dalam pertandingan Qatar Stars League pada Rabu (3/11/2021).

“Tetapi sekarang itu tergantung pada percakapan antar klub, mereka perlu mencapai kesepakatan. Barca akan datang untuk berbicara, kami semua bersemangat dan bersemangat. Kami akan melihat apakah itu akhirnya selesai."

"Saya sangat ingin pulang. Saya harap itu terjadi. Saya punya kontrak dan sekarang klub harus bernegosiasi. Mereka sudah tahu posisi saya."

Kapten Al-Sadd Abdelkarim Hassan tampak pasrah dengan kepergian manajernya. Dia sedih apabila Xavi benar-benar hengkang ke Barcelona.

"Semua orang sedih karena kepergian Xavi, tetapi dia akan melatih tim besar seperti Barcelona, " tutur Abdelkarim Hassan seperti dikutip dari Goal Internasional.

"Xavi mempresentasikan ide baru untuk sepak bola Qatar dan pemain Al-Sadd dan membantu kami sebagai pemain dan pelatih hebat, dan idenya membuat kami mencapai banyak hal meskipun dikritik. Kami akan sangat merindukannya."

Setelah pertandingan Rabu, Xavi memastikan dia berjabat tangan dengan semua pemainnya dan wasit, dalam apa yang bisa dianggap sebagai perpisahan.

(Suara.com)

Berita Terkait

Berita Terkini