Boladunia

Nicolas Anelka Kritik Kylian Mbappe: Anda Harus Tinggalkan PSG

Anelka menganggap Mbappe tidak akan seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo jika hanya bermain di PSG

Irwan Febri Rialdi

Raut muka sedih Kylian Mbappe usai gagak mengeksekusi penalti sehingga Prancis tersingkir dari Euro 2020. (FRANCK FIFE / POOL / AFP)
Raut muka sedih Kylian Mbappe usai gagak mengeksekusi penalti sehingga Prancis tersingkir dari Euro 2020. (FRANCK FIFE / POOL / AFP)

Bolatimes.com - Eks striker Timnas Prancis, Nicolas Anelka, menyarankan Kylian Mbappe untuk meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) bila ia ingin memenangkan Ballon d'Or seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Mbappe, yang mencetak 42 gol di semua kompetisi untuk PSG musim lalu, memiliki kontrak hingga Juni 2022 di klub Prancis tersebut.

Ia juga telah lama dikaitkan dengan kepindahan ke klub Spanyol, Real Madrid.

Pemain berusia 22 tahun itu menjalani kampanye mengecewakan dengan timnas Prancis di Piala Eropa 2020, di mana ia tidak sekalipun mencetak gol dan gagal memasukan bola saat timnya kalah dalam adu penalti yang menentukan lawan Swiss dalam pertandingan babak 16 besar.

“Bila Anda menginginkan penghargaan terbesar, Anda harus pindah dari PSG suatu saat,” tulis Anelka di kolomnya untuk The Athletic yang dikutip Reuters pada Senin (6/7/2021).

“Anda tidak bisa mengatakan Anda bersaing dengan yang terbaik sepanjang waktu ketika Anda berada di PSG."

"Bila Anda ingin memenangkan Ballon d'Or, yang seharusnya Anda perhatikan adalah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Anda harus bersaing dengan yang terbaik," tambah juara Euro 2000 tersebut.

Anelka mengatakan bahwa Ligue 1 tidak mudah, tetapi Liga Premier Inggris adalah "liga terberat."

"Jadi, bila Anda ingin menjadi salah satu yang terbaik, maka lakukan apa yang Anda lakukan di Paris tetapi dengan Chelsea atau (Manchester) United atau Arsenal atau (Manchester) City atau Liverpool atau pergi ke Spanyol ke Madrid atau Barcelona. Atau mungkin Italia," tambah Anelka.

"Setelah melakukan itu, kita dapat berbicara tentang dampak yang lebih global." (Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini