Boladunia

Euro 2020: Romelu Lukaku Jadi Ancaman Terbesar Gli Azzurri

Timnas Italia mengakui Belgia bukan lawan remeh,

Husna Rahmayunita

Romelu Lukaku memeluk Cristiano Ronaldo usai laga Portugal vs Belgia Euro 2020. (AFP/Lluis Gene/ Pool)
Romelu Lukaku memeluk Cristiano Ronaldo usai laga Portugal vs Belgia Euro 2020. (AFP/Lluis Gene/ Pool)

Bolatimes.com - Laga kedua babak perempat final Euro 2020 akan mempertemukan Timnas Belgia dan Timnas Italia. Mereka akan bertanding Sabtu (3/7/2021) dini hari.

Timnas Italia mengakui Belgia bukan lawan remeh. Apalagi, The Red Devils -- julukan Timnas Belgia-- diperkuat pemain tangguh seperti Romelu Lukaku.

Kapten Italia Giorgio Chiellini bahkan menyebut kalau Lukaku adalah ancaman terbesar bagi mereka. Terlebih sepanjang Euro 2020, Lukaku sudah mencetak tiga gol dan selalu menjadi ujung tombak utama pilihan pelatik Roberto Martinez.

"Kami sangat menyegani Lukaku sebab ia menjalani musim yang luar biasa bersama Inter, dan hal itu dipahami seluruh skuad kami," ujar Giorgio Chiellini, Kamis (1/7/2021) malam.

"Sepanjang musim kami jadi saksi bahwa ia adalah pemenang dan pemain penting," sambungnya seperti disadur dari Reuters.

Kendati begitu, Chiellini yakin masih ada peluang bagi Gli Azzurri --julukan Timnas Italia-- untuk menang.

"Tapi saya rasa mengatakan Belgia cuma Romelu Lukaku adalah sesuatu yang keliru, sebab mereka punya pemain berkualitas di semua lini. Kami akan melakukan persiapan seperti biasa, sembari mengawal Lukaku dan pemain-pemain top mereka lainnya," ujar bek Juventus tersebut.

Italia lolos ke perempatfinal Euro 2020 usai menumbangkan Austria 2-1. (BEN STANSALL / POOL / AFP)
Italia lolos ke perempatfinal Euro 2020 usai menumbangkan Austria 2-1. (BEN STANSALL / POOL / AFP)

Sementara itu, Pelatih Timnas Italia Roberto Mancini menegaskan ia tidak mau timnya bermain konservatif dan tetap menampilkan gaya permainan mereka sendiri dalam laga melawan Belgia.

Meski tidak menepis kualitas dan ancaman Belgia, Mancini tidak serta merta akan mengadopsi pola permainan lebih konservatif bagi Gli Azzurri.

"Kami akan memainkan gaya kami sendiri, tentunya dengan kesadaran kami menghadapi tim terbaik di dunia saat ini," kata Mancini.

"Fakta mereka memuncaki peringkat FIFA untuk tiga tahun terakhir, artinya mereka konsisten bermain hebat dalam jangka panjang, tapi kami akan tetap memainkan gaya kami sendiri," sambungnya.

Mancini juga mengatakan dia dan tim mungkin akan mengutak atik beberapa hal sepanjang laga jika situasi tak berlangsung sesuai rencana.

"Saya yakin ini akan menjadi pertandingan sepak bola yang menyenangkan. Pemenangnya adalah tim yang paling sedikit melakukan kesalahan," ungkapnya.

Belgia sendiri tiba di perempat final sebagai tim peringkat satu FIFA dan sukses menjungkalkan juara bertahan Euro Portugal di 16 besar.

Sedangkan Italia punya raihan serupa, meski mereka baru saja merasakan lagi gawangnya kebobolan saat melawan Austria, menyudahi catatan nirbobol 11 pertandingan beruntun. (Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini