Boladunia

Man City Gagal Juara Liga Champions, Guardiola Kena Kutukan Dukun Afrika

Guardiola gagal mengantar Manchester City juara Liga Champions.

Rauhanda Riyantama

Wajah lesu Pep Guardiola usai gagal mengantar Manchester City juara Liga Champions. (DAVID RAMOS / AFP / POOL)
Wajah lesu Pep Guardiola usai gagal mengantar Manchester City juara Liga Champions. (DAVID RAMOS / AFP / POOL)

Bolatimes.com - Pep Guardiola kembali gagal meraih gelar juara Liga Champions. Rumornya, pelatih Manchester City tersebut kena guna-guna dukun dari Afrika.

Manchester City, tim yang dilatih Guardiola, gagal juara Liga Champions usai kalah tipis 0-1 dari Chelsea dalam laga final di Estadio Do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB. Gol tunggal The Blues dicetak oleh Kai Havertz.

Akibat kegagalan tersebut, Guardiola lantas jadi sorotan karena belum bisa meraih gelar Liga Champions lagi. Terakhir kali juara saat dirinya masih menukangi Barcelona pada 2011 silam.

Guardiola tak bisa juara Liga Champions lagi rumornya karena diguna-guna dukun dari Afrika. Cerita mistis ini pertama kali muncul saat Guardiola berseteru dengan Dmitri Seluk, agen eks pemain Manchester City, Yaya Toure.

Perseteruan tersebut bermula saat Guardiola secara perlahan-lahan menyingkirkan nama Yaya Toure dari skuat Manchester City. Padahal Yaya Toure sebelumnya selalu jadi andalan lini tengah The Citizens.

Sontak perlakukan Guardiola terhadap Yaya Toure bikin Dmitri Seluk murka. Ia menilai Guardiola tak suka dengan pemain-pemain yang berasal dari Afrika di dalam skuatnya.

Hingga akhirnya Dmitri Seluk menyebut bahwa masyarakat Afrik mulai membenci Guardiola. Bahkan duku-dukun di sana sudah mengutuk agar sosok pelatih asal Spanyol itu tak biasa juara Liga Champions lagi.

''Guardiola membuat seluruh masyarakat Afrika benci padanya. Banyak fans Afrika pada akhirnya berpaling dari Manchester City,'' ujar Dmitri Seluk pada 2018 lalu.

''Saya sangat yakin banyak dukun Afrika di masa depan (saat ini) tidak akan membiarkannya juara Liga Champions,'' tandasnya.

Usai final Liga Champions melawan Chelsea, kutukan tersebut diklaim masih berlaku buat Guardiola. Seolah benar, sosok pelatih 50 tahun itu juga pernah ke final bersama Bayern Munich, namun gagal juga jadi juara.

Berita Terkait

Berita Terkini