Boladunia

8 Fakta Menarik Usai Chelsea Tahan Real Madrid, Tuchel Tak Terkalahkan

Thomas Tuchel memperpanjang rekor tidak pernah kalah ketika menghadapi Real Madrid. Simak fakta-fakta menarik lainnya berikut

Irwan Febri Rialdi

Gelandang Kroasia, Luka Modric berebut bola dengan pemain Chelsea, Mason Mount (kiri) dan Antonio Rudiger dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions 2020/2021 di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (28/4/2021) dini hari WIB. [PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP].
Gelandang Kroasia, Luka Modric berebut bola dengan pemain Chelsea, Mason Mount (kiri) dan Antonio Rudiger dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions 2020/2021 di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (28/4/2021) dini hari WIB. [PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP].

Bolatimes.com - Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions 2020/2021 antara Real Madrid vs Chelsea berakhr dengan skor imbang 1-1. Dari laga itu, tercipta delapan fakta menarik yang perlu disimak.

Pada pertandingan yang berlangsung di Estadio Alfredo Di Stefano , Rabu (28/4/2021) dini hari WIB, Real Madrid tertinggal lebih dulu oleh gol Christian Pulisic (14'), sebelum membalas lewat Karim Benzema 15 menit kemudian.

Hasil ini menjadi keuntungan bagi Chelsea. Skor 1-1 membuat pasukan Thomas Tuchel memiliki tabungan gol tandang. Kondisi itu membuat The Blues cuma perlu hasil imbang 0-0 di leg kedua untuk melaju ke partai final.

Berikut fakta - fakta menarik usai duel Real Madrid vs Chelsea berakhir imbang 1-1 seperti yang dihimpun dari BBC Sport :

  1. Manajer Chelsea Thomas Tuchel telah menghadapi Real Madrid lebih sering tanpa kalah di Liga Champions daripada melawan lawan lainnya (Menang 1, Seri 4) - dalam sejarah kompetisi, dia adalah satu-satunya manajer yang menghadapi Los Blancos sebanyak lima kali tanpa pernah kalah.
  2. Chelsea gagal memenangkan salah satu dari delapan pertandingan semifinal Liga Champions yang dimainkan tandang (Seri 5m Kalah 3), seri masing-masing dari lima pertandingan terakhir berturut-turut.
  3. Real Madrid telah menghadapi Chelsea lebih sering dari tim manapun di semua kompetisi tanpa kemenangan sepanjang sejarah mereka, gagal di semua empat pertandingan (Seri 2, Kalah 2).
  4. Real Madrid hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran versus Chelsea - hanya versus Paris St-Germain (0) pada September 2019 yang memiliki jumlah tembakan lebih sedikit dalam pertandingan Liga Champions sejak 2003-04.
  5. Karim Benzema dari Real Madrid mencetak gol ke-71 di Liga Champions, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak keempat dalam sejarah kompetisi (bersama dengan Raúl). Hanya Cristiano Ronaldo, Lionel Messi dan Robert Lewandowski yang kini mencetak lebih banyak dari pemain Prancis itu.
  6. Christian Pulisic dari Chelsea menjadi pemain Amerika pertama yang mencetak gol di semifinal Liga Champions, dan satu dari hanya empat orang Amerika yang secara keseluruhan mencetak gol di babak sistem gugur kompetisi.
  7. Christian Pulisic menjadi pemain Chelsea termuda yang mencetak gol di pertandingan semifinal dalam sejarah Liga Champions (22 tahun dan 221 hari).
  8. Bek Chelsea Thiago Silva (36 tahun dan 217 hari) menjadi pemain lapangan tertua yang bermain di semifinal Liga Champions sejak April 2011, ketika Ryan Giggs (37 tahun dan 148 hari) menjadi starter untuk Manchester United melawan Schalke.

(Suara.com/Reky Kalumata)

Berita Terkait

Berita Terkini