Bolaindonesia

Dulu Nyaris Setim dengan Chanathip Songkrasin, Titus Bonai Kini Resmi Gabung PSIS Semarang

Titus Bonai resmi gabung PSIS Semarang

Irwan Febri Rialdi

Titus Bonai bersama Chanathip Songkrasin. (Twitter/TeroFootball)
Titus Bonai bersama Chanathip Songkrasin. (Twitter/TeroFootball)

Bolatimes.com - PSIS Semarang resmi mendatangkan mantan striker Timnas Indonesia yang juga pernah setim dengan Canathip Songkrasin, yakni Titus Bonai. Ia diboyong menjelang penutupan bursa transfer putaran pertama BRI Liga 1 2022/ 2023.

CEO PSIS Semarang A.S.Sukawijaya dalam siaran pers di Semarang, Kamis (4/8/2022), mengatakan, penyerang asal Papua tersebut diharapkan menambah ketajaman lini depan PSIS.

"Semoga bisa segera beradaptasi dengan tim dan dapat segera berkontribusi," katanya seperti dimuat Antara.

Titus Bonai resmi dikenalkan oleh PSIS Semarang. Ia direkrut jelang penutupan pendaftaran pemain di liga 1
Titus Bonai resmi dikenalkan oleh PSIS Semarang. Ia direkrut jelang penutupan pendaftaran pemain di liga 1

Ia menuturkan tes medis dan fisik sudah dilakukan sejak sebelum penandatanganan kontrak.

Selain itu, kata dia, Titus Bonai juga telah didaftarkan menjelang penutupan masa pendaftaran pemain untuk kompetisi musim ini.

Pemain yang beberapa kali memperkuat tim nasional Indonesia tersebut sudah malang melintang di persepakbolaan Tanah Air.

Titus sebelumnya pernah bermain untuk Persipura Jayapura, Borneo FC, PSM Makassar, Sriwijaya FC, serta Semen Padang.

Setim dengan Chanathip Songkrasin

Titus Bonai bersama Chanathip Songkrasin. (Twitter/TeroFootball)
Titus Bonai bersama Chanathip Songkrasin. (Twitter/TeroFootball)

Titus Bonai nyaris satu tim dengan Chanathip Songkrasin pada tahun 2012.

Sayangnya, Titus Bonai batal bermain satu klub dengan Chanathip Songkrasin karena sejumlah masalah yang muncul pada proses perekrutan.

Awalnya, klub Liga Primer Thailand, BEC Tero Sasana, yang saat itu juga diperkuat Chanathip Songkrasin, berniat merekrut Titus Bonai untuk mengisi slot pemain asing Asia.

Sayangnya, BEC Tero Sasana memutuskan untuk membatalkan transfer tersebut karena Tibo, sapaan akrab Titus Bonai, tak kunjung kembali ke Thailand.

Padahal, ketika itu bursa transfer di kompetisi Negeri Gajah Putih, sudah hampir memasuki masa-masa akhir.

Manajer umum BEC Tero, Robert Maurer, menyebut bahwa pihaknya membatalkan kontrak Tibo karena si pemain tak kunjung kembali setelah sempat pulang ke Indonesia.

Saat itu, Tibo harus pulang untuk mengurusi International Transfer Certificate (ITC) yang menjadi syarat utama perpindahan pemain anternegara.

 “Kami tidak bisa lagi menunggu Titus Bonai karena bursa transfer akan ditutup pada 5 Agustus nanti,” kata Robert Maurer dikutip dari GOAL Thailand.

“Tentu saja kami harus mencari pemain Asia yang lain karena tidak ada perkembangan terkait Tibo. Kami tidak dapat menunggunya lagi,” lanjutnya.

 Saat ini, dua pemain yang dulunya digadang-gadang menjadi pesepak bola top di kawasan Asia Tenggara itu nyatanya memiliki nasib yang bertolak belakang.

Karier Chanathip Songkrasin kian melesat bersama klub kasta tertinggi Liga Jepang, Hokkaido Consadole Sapporo.

Sejak bermain di sana pada tahun 2017, ia terus mengukuhkan namanya sebagai pesepak bola yang penting di klub tersebut. Itu terbukti dengan 115 penampilannya di J.League dengan catatan 14 gol.

Bahkan, yang terbaru pemain berusia 28 tahun itu dirumorkan bergabung dengan klub juara J.League, Kawasaki Frontale. Kabarnya, Kawasaki Frontale siap memecahkan rekor transfer untuk merekrut kapten timnas Thailand tersebut.

Sementara itu, Titus Bonai yang namanya sempat melejit bersama Persipura Jayapura justru kariernya terus menerus meredup di Indonesia.

Tibo bermain untuk klub kasta kedua Liga Indonesia atau Liga 2, yakni bersama Muda Babel United dan PSMS Medan.

Namun, di usia 33 tahun, ia kini kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil di kasta teratas sepak bola Indonesia setelah direkrut PSIS Semarang.

Berita Terkait

Berita Terkini