Bolaindonesia

Pesan Sang Kakek Ternyata Bikin Sandy Walsh Ngebet Bela Timnas Indonesia

Sandy Walsh ingin mewujudkan pesan kakeknya. Jadi untuk membela Timnas Indonesia adalah pilihan mudah baginya.

Arif Budi Setyanto

Sandy Walsh dalam pertandingan melawan Standard Liege. (Dok. KV Mechelen).
Sandy Walsh dalam pertandingan melawan Standard Liege. (Dok. KV Mechelen).

Bolatimes.com - Pemain KV Mechelen, Sandy Walsh, membuat pengakuan bahwa dirinya ngebet untuk membela Timnas Indonesia karena pesan yang disampaikan oleh kakeknya.

Nama Sandy Walskh dalam tiga tahun belakang memang santer dirumorkan dengan Timnas Indonesia. Sayangnya, proses naturalisasinya tak berjalan lancar.

Terbaru, pemain yang berposisi di bek kanan itu diminati oleh Shin Tae-yong. Namanya diajukan agar segera diproses PSSI untuk membela skuat Garuda di Piala AFF 2020.

Semakin dekat untuk bisa membela skuat Garuda. Sandy Walsh kemudian menceritakan alasannya mengapa dirinya ngebet banget untuk membela tim Merah Putih.

Padahal jika melihat paspornya, dia bisa memperkuat Belanda. Peluang itu juga tak tertutup karena pemain berusia 26 tahun kini bermain di klub Eropa.

Kendati demikian, Sandy Walsh mengaku pilihan hatinya sudah jatuh ke Timnas Indonesia. Sebab dia ingin mewujudkan pesan yang pernah disampaikan kakeknya.

Sandy Walsh di YouTube KR TV. (YouTube/KR TV)
Sandy Walsh di YouTube KR TV. (YouTube/KR TV)

"Saya selalu ambisius karena selalu suka bermain sepak bola. Saya punya paspor Belanda untuk saat ini, jadi saya bisa bermain bagi Belanda sampai umur 23 tahun. Tapi sekarang saya lagi ada di fase harus milih timnas yang pengen saya pilih." ucap Sandy Walsh di kanal YouTube KR TV yang tayang pada Selasa (23/11/2021).

"Kakek saya selalu bilang 'Jangan kamu sama sepak bola Indonesia karena Negara Indonesia sepak bolanya sangat gila, orangnya sangat baik dan suka sepak bola'. Dan saya pikir saya suka sepak bola, jadi ini adalah pilihan mudah," imbuhnya.

Sementara itu, Sandy Walsh memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya. Sebelum pindah ke Belanda, kakek dan neneknya berasal dari Surabaya dan Purworejo.

Berita Terkait

Berita Terkini