Bolaindonesia

Kisah Derby County yang Ingin Boyong Bepe dengan Mahar 300 Ribu Pound

Pada 2008, publik Indonesia sempat digembarkan dengan kabar Derby County yang disebut ingin memboyong Bambang Pamungkas

Irwan Febri Rialdi

Bambang Pamungkas. (Twitter/@theafcdotcom).
Bambang Pamungkas. (Twitter/@theafcdotcom).

Bolatimes.com - Mantan pemain Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, ternyata pernah diminati oleh salah satu klub Liga Inggris, Derby County.

Momen itu tepatnya terjadi pada 2008 silam. Ketika itu, Derby County harus tergusur dari kasta tertinggi, Liga Primer Inggris, menuju Divisi Championship.

Pertama kali, rumor ketertarikan Derby County terhadap Bambang Pamungkas di beritakan situs eyefootball.com.

Bos Derby County ketika itu, Paul Jewell, membutuhkan pemain yang berpengalaman untuk mendampingi striker muda asal Argentina, Emanuel Villa.

Saat itu, Derby County juga telah menyiapkan anggaran sebesar 300 ribu poundsterling untuk memboyong Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, dari Persija Jakarta.

Bepe saat itu memang menjadi salah satu penyerang andalan, baik bersama klubnya Persija Jakarta maupun bersama timnas Indonesia.

Ketika itu, pemain jebolan Diklat Salatiga itu masih berusia 27 tahun. Dia juga sempat tampil mengesankan bersama timnas Indonesia pada ajang Piala Asia 2007.

Sebetulnya, rumor mengenai ketertarikan Derby County ini membuat Bepe dihujani banyak pertanyaan dari wartawan. Sebab, bagaimanapun juga, kabar semacam ini menggemparkan publik. 

Mereka menanyakan kebenaran kabar soal rumor transfer tersebut. Bepe yang awalnya menampik isu tersebut justru terdorong untuk mencari tahu lebih lanjut.

Setelah melakukan penelusuran, Bepe turut mengenali sosok agen yang disebut oleh situs eyefootball.com, yakni Anthony van Dalen.

Menurut situs itu, Anthony van Dalen bakal menjadi agen yang menjembatani proses transfer antara Derby County dengan Persija Jakarta.

“Saya memang pernah mengenal Anthony van Dalen, saya lebih mengenal dia dengan nama Ton van Dalen,” tulis Bepe melalui blog pribadinya.

“Dia adalah seorang agen pemain asal Belanda yang juga pernah menjadi agen dari pemain timnas Belanda, Jaap Stamp. Akan tetapi, sejak enam tahun lalu, saya tidak pernah lagi mendengar kabar atau berita tentangnya,” ia melanjutkan.

Setelah itu, Bepe mencoba menelusuri jejak Anthony van Dalen melalui mantan manajernya, Mirwan Soewarso. Sebab, Mirwan menjadi pihak yang mengenalkan Bepe kepada van Delen.

Namun, setelah menghubungi seluruh nomor, Van Dalen ternyata tak bisa dihubungi. Saat itu, Bepe mengatakan bahwa nomornya sudah tidak aktif lagi.

Mereka pun kehilangan cara untuk melacak kebenaran informasi serta keberadaan Van Dalen sebagai agen ini.

Namun, setelah menelusuri kabar terbari Van Dalen dari Wikipedia, ternyata Bepe mendapatkan fakta yang mengejutkan.

“Setelah mencoba keberadaan si agen melalui Wikipedia bahasa Belanda, hasil yang kami dapatkan ternyata lebih mengejutkan,” ujar Bepe.

“Karena, ternyata sang agen Anthony van Dalen telah meninggal dua tahun yang lalu, tepatnya 5 Februari 2006,” lanjutnya.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini