Bolaindonesia

Sudah 7 Tahun Lalu, Ini Dia Pemain Lokal Terakhir yang Jadi Top Skor

Striker asing mendominasi daftar top skor Liga Indonesia

Irwan Febri Rialdi

Logo Liga 1 2020.
Logo Liga 1 2020.

Bolatimes.com - Di Liga Indonesia, striker asing menjadi primadona tersendiri bagi setiap klub kasta teratas sepak bola Tanah Air. Hal ini turut disoroti oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Amali menyayangkan ketidakpercayaan klub kepada pemain Indonesia di lini serang mereka. Bagi Amali, kepercayaan untuk striker lokal dibutuhkan untuk kepentingan masa depan timnas Indonesia.

"Saya melihat atau berdasarkan pengamatan saya, harus sampaikan sangat susah kita mencari pemain depan kita. Karena rata-rata klub lebih mempercayakan pemain depan ke pemain asing," ujar Zainudin Amali dalam rapat virtual bertajuk Kongkow Liga Berjenjang Kemenpora seperti dilansir Antara.

Striker Persija Jakarta Marko Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol keempat ke gawang Borneo FC pada laga pertandingan Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Senin (11/11/2019). Pada laga pertandingan tersebut Persija Jakarta berhasil menang atas Borneo FC dengan skor akhir 4-2. ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Striker Persija Jakarta Marko Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol keempat ke gawang Borneo FC pada laga pertandingan Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Senin (11/11/2019). Marko Simic adalah top skor Liga 1 2019. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Jika melihat ke belakang, tepatnya saat era Liga Indonesia dimulai pada musim 1994-1995 memang striker asing mendominasi dalam urusan mencetak gol. Hanya ada beberapa nama lokal yang mampu mencetak gol paling banyak di liga dalam beberapa musim-musim lalu.

Bahkan, pemegang top skor Liga Indonesia dalam enam musim terakhir ini dipegang oleh pemain asing. Dia adalah Emmanuel Kenmogne (2014 - Persebaya Surabaya), Sylvano Comvalius (2017- Bali United), Aleksandar Rakic (2018 - PS Tira), dan Marko Simic (2019 - Persija Jakarta). Sementara untuk musim 2015 hingga 2016 tidak ada kompetisi yang dijalankan.

Nah, lantas siapa sih pemain lokal yang terakhir kali menjadi top skor di Liga Indonesia? Jawabannya adalah Boaz Solossa.

Pemain Persipura Jayapura Boaz Salossa merayakan golnya ke gawang Pelita Bandung Raya di semifinal ISL 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (4/11). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Pemain Persipura Jayapura Boaz Salossa merayakan golnya ke gawang Pelita Bandung Raya di semifinal ISL 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (4/11). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Boaz menjadi pemain lokal yang terakhir kali mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi. Saat itu, pemain Persipura Jayapura tersebut membuat 25 gol.

Boaz bisa dibilang striker asal Indonesia yang paling mentereng di kompetisi dalam beberapa tahun terakhir. Ia tiga kali menjadi top skor yaitu pada musim 2013, 2010-2011, dan 2008-2009 (bersama Christian Gonzales).

Sejatinya ada nama Chistian Gonzales dan Alberto Goncalves yang juga warga Indonesia yang namanya tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi dalam beberapa musim terakhir. Namun, kedua pemain tersebut bukanlah warga Indonesia asli alias naturalisasi.

Sebenarnya ada berapa pemain lokal lainnya yang pernah menjadi top skor di Liga Tanah Air sejak era liga Indonesia bergulir. Sebut saja Peri Sandira (1994-1995), Kurniawan Dwi Yulianto (1997-1998), Bambang pamungkas (1999-2000), dan Ilham Jaya Kusuma (2002 dan 2004).

Setelah Boaz belum ada lagi nama-nama lokal yang menjadi pencetak gol terbanyak dalam satu musim. Untuk musim Liga 2020 pun untuk sementara masih dipegang oleh pemain asing.

Striker Persib Bandung asal Brasil, Wander Luiz, memimpin daftar pencetak gol sementara Liga 1 2020 dengan torehan empat gol.

Pemain asal Indonesia yang paling mendekati adalah Alberto Goncalves (Madura United) dengan torehan tiga gol serta Evan Dimas (Persija Jakarta) dan Kushedya Yudo (Arema FC) yang sudah membuat dua gol.

Berikut daftar top skor Liga Indonesia:

1994-1995: Peri Sandria, Bandung Raya (34 gol)
1995-1996: Dejan Gluscevic, Bandung Raya (30 gol)
1996-1997: Jacksen Fereira Tiago, Persebaya Surabaya (26 gol)
1997-1998: Kurniawan Dwi Yulianto, Pelita Jaya (20 gol)
1998-1999: Alain Mabenda, PSDS Deli Serdang (11 gol)
1999-2000: Bambang Pamungkas, Persija Jakarta (24 gol)
2000-2001: Sadissou Bako, Barito Putera (22 gol)
2002: Ilham Jaya Kesuma, Persita Tangerang (26 gol)
2003: Oscar Aravena, PSM Makassar (31 gol)
2004: Ilham Jaya Kesuma, Persita Tangerang (22 gol)
2005: Cristian Gonzales, Persik Kediri (25 gol)
2006: Cristian Gonzales, Persik Kediri (26 gol)
2007-2008: Cristian Gonzales, Persik Kediri (32 gol)
2008-2009: Boaz Solossa, Persipura Jayapura dan Cristian Gonzales, Persik Kediri/Persib Bandung (28 gol)
2009-2010: Aldo Barrreto, Bontang (19 gol)
2010-2011: Boaz Solossa, Persipura Jayapura (22 gol)
2011-2012: Alberto Goncalves, Persipura Jayapura (25 gol)
2013: Boaz Solossa, Persipura Jayapura (25 gol)
2014: Emmanuel Kenmogne, Persebaya Surabaya (25 gol)
2015: -
2016: -
2017: Sylvano Comvalius, Bali United (37 gol)
2018: Aleksandar Rakic, PS Tira (21 gol)
2019: Marko Simic, Persija Jakarta (28 gol)

Penulis: Adie Prasetyo

Berita Terkait

Berita Terkini