Bolaindonesia

Ini Penyebab Marko Simic Kesulitan Cetak Gol Lagi

Marko Simic urung cetak gol di lima laga terakhir bersama Persija Jakarta.

Galih Priatmojo

Striker Persija Jakarta Marko Simic berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar dalam laga terakhir Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Striker Persija Jakarta Marko Simic berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar dalam laga terakhir Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Bolatimes.com - Bomber Persija Jakarta, Marko Simic alami kondisi paceklik. CEO Persija Jakarta Ferry Paulus pun angkat bicara perihal kondisi tersebut.

Seperti diketahui, penyerang asal Kroasia itu belum juga mencetak gol dari lima laga terakhir bersama Persija.

Terakhir kali Simic mencetak gol saat Persija ditahan imbang Barito Putera, 1-1 pada laga perdana Liga 1 2019, 21 Mei lalu.

Catatan ini sangat kontras mengingat striker berusia 31 tahun itu begitu tajam pada musim lalu.

Bahkan, Simic berhasil menjadi top skor di ajang Piala Presiden 2018.

Ferry Paulus mengatakan, ada beberapa penyebab yang kemungkinan memengaruhi performa Simic.

Selain pergantian pelatih, masalah adaptasi Simic yang cukup lama absen diduga jadi penyebabnya.

Simic memang cukup lama absen di awal musim karena terbelit masalah hukum di Australia, setelah Persija melakoni laga away kontra Newcastle Jets di babak kualifikasi Liga Champions Asia.

Simic dituding melakukan tindakan pelecehan seksual yang membuatnya harus menjalani proses hukum di Negeri Kangguru.

Simic tidak bisa kembali ke Indonesia secepatnya lantaran paspornya ditahan oleh pihak berwenang Australia.

"Itu nanti tim pelatih yang akan melakukan evaluasi (terkait performa Simic), mungkin juga belum (mencetak gol), karena kan pergantian pelatih sangat berpengaruh kepada pemain," kata Ferry di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, beberapa waktu lalu.

"Apalagi, ia juga cukup lama absen. Ya saya pikir kita harus bijaksana juga memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa lebih produktif lagi," tukasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini