Bolaindonesia

Ditunjuk Jadi Direksi PT LIB, Gusti dan Dirk Janji Lunasi Utang pada Klub

Keduanya harus menyelesaikan berbagai persoalan, salah satunya adalah utang kepada klub.

Rauhanda Riyantama

Anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa (kiri) berbicara dalam diskusi Polemik Sepak Mafia Bola di Jakarta, Sabtu (5/1/2019). Dalam diskusi tersebut Satgas Anti Mafia Bola disebut telah menerima sebanyak 278 laporan masyarakat terkait dugaan aksi mafia bola, di mana 60 laporan di antaranya telah dinaikkan ke level penyelidikan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa (kiri) berbicara dalam diskusi Polemik Sepak Mafia Bola di Jakarta, Sabtu (5/1/2019). Dalam diskusi tersebut Satgas Anti Mafia Bola disebut telah menerima sebanyak 278 laporan masyarakat terkait dugaan aksi mafia bola, di mana 60 laporan di antaranya telah dinaikkan ke level penyelidikan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Bolatimes.com - Semenjak ditunjuk sebagai komisaris dan direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Gusti Randa dan Dirk Soplanit dinanti tugas berat. Keduanya harus menyelesaikan berbagai persoalan, salah satunya adalah utang kepada klub.

Sebagaimana diketahui, masih ada tanggungan dari PT LIB kepada tim Liga 1 2018. Yaitu dana kontribusi yang sebelumnya telah dijanjikan di awal kompetisi untuk klub peserta.

Gusti akan melakukan pertemuan dengan perwakilan klub guna membahas masalah tersebut dan diharapkan ada jalan keluar.

"Akhir Maret nanti akan ada pertemuan dengan pemegang saham (klub Liga 1 dan PSSI). Nanti, akan ada pembahasan soal itu," kata Gusti Randa di Hotel Sultan, Senayan, Kamis (28/2/2019).

Sementara itu, Dirk mengaku bakal berusaha menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Baginya, itu amanah yang harus segera diselesaikan.

Namun, Dirk mengaku hal itu tidak akan mudah. Pasalnya, berbagai polemik tengah mewarnai sepak bola Indonesia.

"Kewajiban yang belum diselesaikan kita tidak bisa abaikan. Memang tidak mudah, kami akan selesaikan apapun yang belum dipenuhi akan kita selesaikan. Semoga saja kewajiban yang belum diselesaikan pada periode ini bisa tuntas," ujar Dirk.

Di awal kompetisi, PT LIB menjanjikan dana senilai Rp 7,5 miliar untuk masing-masing klub Liga 1 2018. Diketahui, Klub baru menerima uang senilai Rp 5 miliar.

Sementara Rp 2,5 miliar, yang memang dikhususkan untuk pembinaan usia muda, belum diberikan. Sebelumnya, PT LIB beralasan dana tersebut belum dibayarkan karena terganjal sponsor.

Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha

Berita Terkait

Berita Terkini