Bolaindonesia

Presiden Persija Jakarta Bantah Ada Dokumen yang Dirusak

Ferry sebelumnya sudah berdiskusi dengan Direktur Utama Persija dan Satgas Anti Mafia Bola

Galih Priatmojo

Presiden Persija Jakarta Ferry Paulus. (Suara.com/Adie Prasetyo)
Presiden Persija Jakarta Ferry Paulus. (Suara.com/Adie Prasetyo)

Bolatimes.com - Isu mengenai adanya dokumen Persija Jakarta yang dirusak dengan tegas dibantah Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus

Hal itu  diungkapkan Ferry setelah melakukan pertemuan bersama Direktur Utama yang baru Kokoh Alfiat dengan tim Satgas Anti Mafia Bola. Namun, Ferry menyebutkan setelah melakukan pertemuan tidak ada dokumen milik Persija.

Sebagaimana diketahui, Satgas Anti Mafia Bola melakukan penggeledaan di Kantor PT Liga Indonesia (LI), di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan yang merupakan operator kompetisi sebelum dibentuknya PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait kasus pengaturan skor.

Dari penggeledaan itu, Tim Satgas mengaku menemukan beberapa dokumen termasuk diduga milik Persija yang sudah lebih dahulu dirusak. Namun, Ferry membantah adanya temuan tersebut.

"Saya sudah klarifikasi sama Pak Kokoh (Afiat), kebetulan Pak Kokoh yang berhadap-hadapan dengan tim Satgas, pada waktu itu beliau menyampaikan tidak ada, tidak ada dokumen milik Persija," kata Ferry di Kantor Kemenpan RB, Jakarta, Jumat (8/12/2019).

Ferry pun menjelaskan terkait dokumen- dokumen Persija yang berada di Kantor LI. Menurutnya, kantor Persija berada satu atap dengan kantor milik PT Liga Indonesia.

Namun, untuk di lokasi tersebut dikhususkan untuk tim keuangan Macan Kemayoran. Sementara di Kantor Persija yang berada di kawasan Duren Tiga dikhususkan untuk Panpel serta manajemen tim.

Kokoh merupakan mantan direktur keuangan PT Liga Indonesia. Setelah PT Liga Indonesia diganti dengan PT Liga Indonesia Baru, Kokoh menjadi direktur keuangan Persija.

"Jadi intinya dokumen Persija yang ada di PT Liga Indonesia itu, dokumen yang sedang diaudit seperi halnya audit-audit tiap-tiap tahun. untuk efektifitas memang Pak Kokoh ini berkantor di Liga, di bawa lah ke sana. Supaya lebih bisa mudah karena hari-harinya di sana, Kantornya memang kebetulan bersamaan dengan PT Liga Indonesia," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini