Profil Hajime Moriyasu, Pelatih Jepang yang Anggap Timnas Indonesia Lawan Sulit

Mengenal sosok Hajime Moriyasu, pelatih Jepang yang tak anggap remeh Timnas Indonesia di Piala Asia 2023.

Rauhanda Riyantama | BolaTimes.com
Sabtu, 13 Mei 2023 | 20:00 WIB
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu usai kalah dari Kroasia di babak 16 besar Piala Dunia 2022. (AFP/Ina Fassbender)

Pelatih Jepang Hajime Moriyasu usai kalah dari Kroasia di babak 16 besar Piala Dunia 2022. (AFP/Ina Fassbender)

Bolatimes.com - Mengenal lebih jauh sosok Hajime Moriyasu, pelatih Timnas Jepang yang memuji Timnas Indonesia sebagai salah satu lawan sulit di Piala Asia 2023.

Drawing Piala Asia 2023 telah tuntas digelar Kamis (11/5), di mana 24 kontestan telah terbagi dalam enam grup yang masing-masing berisikan empat tim.

Timnas Indonesia sebagai salah satu kontestan ajang ini, masuk ke dalam grup neraka, yakni grup D bersama Jepang, Irak, dan Vietnam.

Baca Juga: Profil Jesus Casas, Pelatih Irak yang Anggap Remeh Timnas Indonesia di Piala Asia 2023

Ketiga lawannya ini punya catatan apik di kompetisi empat tahunan tersebut, baik itu pernah menjadi juara maupun pernah melangkah jauh dan membuat kejutan.

Nyatanya, tak hanya Timnas Indonesia saja yang menganggap grup D adalah grup neraka. Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, juga menganggap demikian.

Bahkan secara tersirat, ia memuji Timnas Indonesia sebagai salah satu lawan sulit di fase grup Piala Asia 2023 nanti pasca Drawing yang digelar di Doha, Qatar, tersebut.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Sukses Kalahkan Vietnam dengan 10 Pemain, Lolos ke Final SEA Games 2023

“Saya pikir grup mana pun itu sulit, tetapi tampaknya kami (Jepang) ditempatkan di grup yang sangat sulit (grup neraka),” ucap Hajime Moriyasu pasca Drawing babak grup Piala Asia 2023.

Pernyataan itu membuat pecinta sepak bola Indonesia memuji sikap respek Hajime Moriyasu, kendati timnya merupakan favorit untuk lolos dari grup D dan menjuarai Piala Asia 2023.

Lantas, siapakah sosok Hajime Moriyasu itu? Berikut profilnya.

Baca Juga: Aksi Sandy Walsh Berhadapan dengan Kaoru Mitoma di Liga Belgia, Berujung Kekalahan

Peraih Gelar Piala Asia Bersama Jepang

Hajime Moriyasu merupakan pelatih dan juga mantan pemain asal Jepang yang lahir di Kakegawa, Shizuoka pada 23 Agustus 1968 atau 54 tahun silam.

Kariernya di sepak bola bermula sebagai pemain, di mana ia mengawali karier di klub sekola bernama Nagasaki Nihon University High School.

Baca Juga: Hasil SEA Games 2023: Timnas Indonesia U-22 Lolos ke Final usai Menang Dramatis Lawan Vietnam

Setelah lulus, ia sempat bermain di kasta teratas Jepang bersama Mazda yang kini dikenal sebagai Sanfrecce Hiroshima pada 1987.

Berkat penampilan apiknya sebagai gelandang, Moriyasu sempat mendapat undangan menjalani trial bersama Manchester United pada 1990.

Usai menjalani trial, Moriyasu kembali ke Jepang dan bermain di kompetisi profesional yakni J.League pada 1993 bersama Sanfrecce Hiroshima hingga 2001.

Selama bermain bagi Sanfrecce Hiroshima, ia sempat dipinjamkan ke Kyoto Purple Sanga pada 1998, dan kemudian menutup kariernya di Vegalta Sendai pada 2003.

Semasa bermain, Moriyasu pernah membela Timnas Jepang dan membawa negaranya meraih gelar Piala Asia 1992, yang jadi gelar pertama bagi negaranya di ajang ini.

Usai pensiun sebagai pemain, Moriyasu bergelut di dunia kepelatihan, di mana ia menjadi asisten pelatih Sanfrecce Hiroshima pada 2004 hingga 2010.

Setelah itu ia menjadi asisten pelatih Albirex Niigata pada tahun 2009-2012, sebelum menjadi pelatih utama Sanfrecce Hiroshima pada 2012.

Di periode keduanya bersama Sanfrecce Hiroshima sebagai pelatih, Moriyasu mampu membawa timnya meraih tiga gelar J.League dan Piala Super Jepang secara beruntun sejak 2012-2015.

Prestasi ini membawa Moriyasu ke Timnas Jepang pada 2017, di mana ia juga menukangi tim U-21 yang saat itu bersaing di Piala Asia U-23 2018 dan juga melatih di Asian Games 2018.

Jabatannya sempat dilengserkan sebagai asisten pelatih Akira Nishino pada 2018 kala itu, sebelum akhirnya Moriyasu kembali mengambil tampuk kepelatihan Timnas Jepang senior di tahun yang sama hingga saat ini.

Bersama Moriyasu, Timnas Jepang mampu menembus final Piala Asia 2019, sebelum dikalahkan oleh Qatar di partai puncak dengan skor 0-1.

Selain itu, Moriyasu juga berhasil membuat Jepang menjadi kejutan di Piala Dunia 2022, dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol di fase grup, sehingga lolos sebagai juara grup E.

Nahas, perjalanan Moriyasu dan Jepang di Piala Dunia 2022 harus terhenti di babak 16 besar, pasca ditumbangkan Kroasia lewat adu penalti.

Meski gagal di Piala Asia 2019 dan Piala Dunia 2022, Moriyasu pernah membawa Jepang meraih gelar, yakni EAFF Championship pada 2022 lalu.

Kontributor: Felix Indrajaya
Berita Rekomendasi
Berita Terkait TERKINI

Kapan pertandingan Piala Super Eropa 2025 akan digelar?

boladunia | 22:40 WIB

Bagi Rafael, kebiasaan ini terasa mengganggu.

boladunia | 22:16 WIB

Ronaldinho, yang bermain untuk Barcelona antara 2003 hingga 2008, memang fenomena.

boladunia | 21:14 WIB

Striker Uruguay, Darwin Nunez, resmi meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan raksasa Liga Pro Saudi, Al-Hilal,

boladunia | 19:35 WIB

Bayern Munich tampil superior dalam laga persahabatan internasional melawan Tottenham Hotspur, Jumat (8/8/2025) dini hari WIB.

boladunia | 21:20 WIB

Legenda sepak bola Belanda, Ronald Koeman, akan menerima Eredivisie Oeuvre Award

boladunia | 22:45 WIB

Rekan Kevin Diks di Gladbach itu secara tegas menyatakan hanya ingin bergabung dengan Ajax Amsterdam.

boladunia | 22:34 WIB

Fortuna Sittard buat gebrakan jelang kick off Eredivisie 2025.

boladunia | 22:30 WIB

Jamory L., pelatih asal Belanda berusia 44 tahun, ditahan oleh otoritas di Siprus atas dugaan kasus pelecehan seksual

boladunia | 22:24 WIB

Dunia sepak bola berduka atas kepergian Jorge Costa, direktur sepak bola dan mantan kapten legendaris FC Porto, yang meninggal dunia

boladunia | 11:07 WIB

Dunia sepak bola dikejutkan dengan kabar kepindahan Son Heung-Min, kapten Tottenham Hotspur, ke Los Angeles FC

boladunia | 19:31 WIB

Barcelona menutup tur pramusim Asia mereka dengan penampilan gemilang, menghancurkan Daegu FC dengan skor telak 5-0

boladunia | 21:11 WIB

Kevin Diks bek Timnas Indonesia berusia 28 tahun, langsung mencuri perhatian sejak bergabung dengan Borussia Monchengladbach pada Juli 2025.

boladunia | 21:41 WIB

Cheuko dilarang berada di area teknis setelah insiden usai kemenangan Inter Miami 2-1 atas Club Atlas pada 30 Juli 2025.

boladunia | 19:04 WIB

Lionel Messi, kapten Inter Miami, terpaksa meninggalkan lapangan karena cedera hamstring hanya 10 menit setelah kick-off melawan Club Necaxa

boladunia | 18:03 WIB

Keputusan ini diambil menyusul performa buruk tim yang terpuruk dalam 10 laga tanpa kemenangan.

boladunia | 18:49 WIB

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menjalani debutnya bersama klub Eredivisie Belanda, Fortuna Sittard

boladunia | 17:27 WIB

Fortuna Sittard resmi mendatangkan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner

boladunia | 16:45 WIB
Tampilkan lebih banyak