Boladunia

Kisah Pepe, Bek Keras Timnas Portugal yang Ternyata Anak Mama

Di balik gaya bermainnya yang keras, Pepe ternyata anak mama

Irwan Febri Rialdi

Cristiano Ronaldo dan Pepe usai mengalahkan Makedonia Utara. (Miguel Riopa/AFP)
Cristiano Ronaldo dan Pepe usai mengalahkan Makedonia Utara. (Miguel Riopa/AFP)

Bolatimes.com - Di balik sosoknya yang sangar, Pepe eks Real Madrid yang dikenal sebagai tukang jagal dari Portugal punya kisah haru akan sosok sang ibu.

Bernama lengkap Kepler Laveran Lima Ferreira, Pepe adalah sosok bek sangar yang pernah dimiliki Real Madrid sepanjang sejarah El Real.

Meski begitu, siapa yang akan percaya jika Pepe ini merupakan seorang anak mama dan bahkan masih tidur bersama sang ibu sampai usianya 17 tahun.

Kenyataan ini disampaikan langsung Pepe kepada salah satu media Portugal, Tribuna Expresso yang telah menyimpan rahasia tersebut.

"Sampai saya datang ke Portugal, pada usia 17 tahun, saya masih tidur dengan ibu saya. Jadi, bayangkan bagaimana rasanya," ucap Pepe.

Bek Porto, Pepe. [Alberto PIZZOLI / AFP]
Bek Porto, Pepe. [Alberto PIZZOLI / AFP]

Meski bermain untuk timnas Portugal, Pepe lahir dan besar di Brasil, namun saat remaja memusutkan pindah ke Funchal, Madeira.

Di mana Madeira merupakan kampung halaman dari megabintang sepak bola Portugal yang kini bermain untuk Manchester United, Cristiano Ronaldo.

"Saya sudah besar dan saya tidur dengan orang tua saya," ujar Pepe.

"Jadi, saya membayangkan ayah saya tidak suka saya di sana," tambah pemilik nama lengkap Kepler Laveran de Lima Ferreira itu.

"Ini menarik. Suatu hari saya sedang berbicara dengan ibu saya dan dia mengatakan kepada saya bahwa saya sangat suka mengacak-acak rambutnya dengan tangan.

"Lalu, saya mengatakan kepadanya bahwa mungkin saya sudah tahu bahwa akan terlalu banyak waktu untuk menjauh darinya," imbuhnya.

Sebelum bergabung Porto pada 2004, Pepe lebih dulu mendapatkan kontrak profesional pertama bersama Maritimo dan sukses membuat 64 pertandingan.

Kariernya berlanjut ke Spanyol, bersama Real Madrid mencatat 334 pertandingan selama sembilan musim dan sukses membawa tiga gelar Liga Spanyol dan Liga Champions.

Sempat merasakan kompetisi di Turki bersama Besiktas sebelum pulang ke Porto meski gagal membawa tim ini melaju ke babak 16 besar Liga Champions 2022-2023.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini