Boladunia

Isu Pemecatan Pelatih Kuwait Mencuat usai Dikalahkan Timnas Indonesia

Media Kuwait kritik pedas agar kinerja Vitezslav Lavicka dievaluasi, termasuk soal pemecatan.

Rauhanda Riyantama | Arif Budi Setyanto

Pelatih Timnas Kuwait Vitezslav Lavicka. (AFP/Piotr Nowak)
Pelatih Timnas Kuwait Vitezslav Lavicka. (AFP/Piotr Nowak)

Bolatimes.com - Pelatih Timnas KuwaitVitezslav Lavicka sedang ramai digosipkan dipecat usai kalah dari Timnas Indonesia pada laga Kualifikasi Piala Asia 2023, Rabu (8/6/2022).

Timnas Indonesia membuat kejutan di laga pertama Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023. Menghadapi tim tuan rumah, skuad Garuda menang dengan skor tipis 2-1.

Dua gol timnas Indonesia dicetak oleh Marc Klok dan Rachmat Irianto. Padahal Kuwait sendiri sebelumnya unggul lebih dulu berkat sundulan Yousef Al Sulaiman.

Akibat kekalahan ini, pelatih Kuwait yang bernama Vitezslav Lavicka langsung mendapatkan kritikan. Muncul isu pemecatan pelatih asal Republik Ceko itu yang digaungkan oleh media Kuwait.

"Timnas kita melanjutkan keterpurukan dan kalah dalam pertandingan melawan Indonesia dengan skor 2-1 di laga perdana Kualifikasi Piala Asia 2023," tulis laporan Alanba.com dilansir pada Kamis (9/6/2022).

"Setelah membuat pertunjukkan buruk pelatih Ceko Vitezslav Lavicka dan para pemainnya kalah melawan Indonesia. Karena itu, federasi sepak bola Kuwait (KFA) harus turun tangan untuk memperbaiki situasi dua pertandingan selanjutnya, bahkan jika itu harus melakukan pemecatan pelatih," tegas media Kuwait tersebut.

Padahal Vitezslav Lavicka merupakan pelatih yang baru ditunjuk KFA untuk menangani Kuwait sejak Maret 2022 lalu.

Menilik dari catatan Transfermarkt.com, Vitezslav Lavicka punya prestasi selama melatih di beberapa klub. Misalnya dua kali juara Liga Republik Ceko.

Bahkan saat berkarier di Australia bersama Sydney FC, ia mengantarkan klub yang diasuhnya menjadi juara. Kemudian ada satu trofi Piala Republik Ceko yang masuk dalam daftar prestasinya.

Sementara itu, permainan Kuwait juga tak lepas dari sorotan karena dianggap buruk. Terutama lini pertahanan yang tak mampu meredam kecepatan pemain timnas Indonesia.

Bahkan media Kuwait tersebut menyebutkan anak asuh Shin Tae-yong sejatinya bisa menang telak atas tim berjuluk Al-Azraq ini. Sayangnya Marc Klok cs menyia-nyiakan peluang emas yang ada.

"Serangan balik Indonesia berbaaya dan hampir menghasilkan gol karena kekacauan para pemain kami. Pemain Indonesia menyia-nyiakan peluang yang ada," tutup laporan itu.

Berita Terkait

Berita Terkini