Boladunia

Momen Pemain Ukraina Datangi Suporter Sambil Menangis usai Gagal Lolos ke Piala Dunia 2022

Ukraina gagal lolos ke Piala Dunia 2022 usai dikalahkan Wales 0-1.

Rauhanda Riyantama

Potret pemain Timnas Ukraina jelang menghadapi Wales di final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2022. (AFP)
Potret pemain Timnas Ukraina jelang menghadapi Wales di final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2022. (AFP)

Bolatimes.com - Momen nyesek para pemain Ukraina usai gagal melangkah ke babak final Piala Dunia 2022 Qatar, lebih mengharukan lagi dengan adegan emosional untuk para suporter.

Sudah lebih dari 100 hari Ukraina digempur pasukan Rusia dalam operasi militer yang dilakukan sejak Februari lalu, namun hal itu tak membuat tim nasional sepak bola mereka kendor di kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar

Berhasil mencapai babak play-off dan memetik kemenangan tandang meyakinkan atas Skotlandia, Ukraina harus mengubur mimpi berlaga di babak final Piala Dunia 2022 Qatar.

Bertamu ke Cardiff City Stadium pada Minggu (5/6/2022), gol bunuh diri Andriy Yarmolenko membawa Ukraina dipaksa menelan kekalahan dari Wales.

Meski demikian, kekalahan dan hasil yang diraih di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar tak membuat jiwa nasionalisme para pemain hilang dan lenyap, justru terlihat dengan jelas.

Usai pertandingan para pemain tim berjuluk The National Team itu memberi tepuk tangan bagi para suporter dan masyarakat Ukraina yang memberi mereka dukungan.

Nyaris seluruh anak asuh Oleksandr Petrakov tak mampu menahan air mata, mereka pun larut dalam momen tersebut hingga tangis pecah diiringi tepuka ala Viking Clap.

Sebelumnya Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) dan pemerintah setempat memang memberi tiket gratis kepada 100 pengungsi Ukraina.

Meskipun pada akhirnya Gareth Bale dkk mengubur mimpi pasukan Ukraina berlaga di Piala Dunia 2022 Qatar, mirisnya lagi kegagalan itu tercipta dari kesalahan pemain mereka sendiri.

Sementara untuk Wales, pertama kalinya sejak 1958 memastikan satu tiket ke Piala Dunia dan bakal tergabung di Grup B berama Iran, Amerika Serikat dan Inggris.

(Kontributor: Eko Isdiyanto)

Berita Terkait

Berita Terkini