Boladunia

Termasuk Guardiola, Ini 5 Pelatih Top Dunia yang Dulunya Gelandang Bertahan

Kenapa ya pemain yang dulunya gelandang bertahan kalau jadi pelatih bagus?

Irwan Febri Rialdi

Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (Twitter/@ManCity).
Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (Twitter/@ManCity).

Bolatimes.com - Tidak sedikit mantan pesepak bola yang akhirnya terjun ke dunia kepelatihan. Banyak pula dari mereka yang kemudian menjelma sebagai pelatih top dunia dan diakui kehebatannya.

Posisi para pelatih saat masih bermain ini pun bermacam-macam, mulai dari kiper hingga penyerang. Namun, disebutkan bahwa pelatih yang dulunya merupakan mantan pemain di posisi gelandang biasanya lebih sukses dalam meramu tim.

Hal ini ternyata berbanding lurus dengan keadaan saat ini di mana banyak pelatih top dunia yang dulunya merupakan seorang gelandang bertahan. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.

1. Pep Guardiola

Gestur manajer Manchester City, Pep Guardiola pada laga Liga Champions kontra Paris Saint-Germain di Etihad Stadium, Manchester, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. [Oli SCARFF / AFP]
Gestur manajer Manchester City, Pep Guardiola pada laga Liga Champions kontra Paris Saint-Germain di Etihad Stadium, Manchester, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. [Oli SCARFF / AFP]

Pertama kali memulai karier sebagai pelatih di tahun 2007 bersama tim Barcelona B, tidak butuh waktu lama buat Guardiola menjadi pelatih yang diakui kehebatannya.

Hanya satu tahun di Barcelona B, Guardiola ditunjuk sebagai pelatih tim utama Barcelona pada 2008. Berbagai gelar berhasil Guardiola berikan buat Barcelona, begitupun kisah sukses mengikutinya saat meramu Bayern Munchen dan Manchester City.

Semasa bermain dulu, Guardiola dikenal sebagai gelandang bertahan yang tangguh. Dia menghabiskan sebagian besar kariernya di Barcelona, lalu sempat membela Brescia dan AS Roma di Italia lalu pindah ke Al-Ahli sebelum pensiun pada 2006.

2. Diego Simeone

Gestur pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone pada laga Liga Champions kontra AC Milan di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. [PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP]
Gestur pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone pada laga Liga Champions kontra AC Milan di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. [PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP]

Dikenal sebagai salah satu pelatih nyentrik saat ini, Diego Simeone merupakan mantan gelandang bertahan yang tangguh. Semasa bermain dulu, dia sering berpindah-pindah klub di lintas negara.

Namun, masa-masa kejayaannya sebagai pemain didapatkan saat membela Atletico Madrid, Inter Milan, dan Lazio. Total dia mendapatkan 7 trofi dari 3 klub tersebut.

Pasca pensiun, Simeone memulai karier pelatih pada 2006 di Racing Club,. Setelah berpindah-pindah klub, dia menuai sukses sebagai pelatih bersama Atletico Madrid yang sudah dibesut sejak Desember 2011.

3. Antonio Conte

Manajer Tottenham Hotspur, Antonio Conte. [ADRIAN DENNIS / AFP]
Manajer Tottenham Hotspur, Antonio Conte. [ADRIAN DENNIS / AFP]

Pelatih anyar Tottenham Hotspur ini juga dikenal sebagai gelandang bertahan top pada masanya aktif bermain. Conte sendiri hanya membela 2 tim saja yaitu Lecce dan Juventus.

Bersama Juventus, Conte meraih 5 Scudetto dan merupakan bagian tim Juventus yang terahir kali menjuarai Liga Champions 1995/96.

Setelah pensiun sebagai pemain di Juventus, Conte memulai karier sebagai pelatih pada 2006 di Arezzo. Conte meraih sukses sebagai pelatih saat membela Juventus, Chelsea, dan Inter Milan.

4. Roberto Martinez

Pelatih Belgia Roberto Martinez. YURI CORTEZ / AFP
Pelatih Belgia Roberto Martinez. YURI CORTEZ / AFP

Pelatih Timnas Belgia ini merupakan gelandang bertahan tangguh yang pernah membela Real Zaragoza dan Wigan Athletic. Martinez kemudian memutuskan pensiun pada 2006.

Martinez langsung terjun sebagai pelatih tak lama setelah pensiun dengan menangani Swansea City pada 2007. Setelah beberapa kali melatih klub, Roberto Martinez kemudian ditunjuk sebagai pelatih Timnas Belgia per 3 Agustus 2016 hingga sekarang.

5. Didier Deschamps

Pelatih Prancis Didier Deschamps menyalami suporter setelah timnya menang 1-0 atas Jerman dalam pertandingan Grup F EURO 2020 di Allianz Arena di Muenchen pada 15 Juni 2021. (AFP/MATTHIAS SCHRADER)
Pelatih Prancis Didier Deschamps menyalami suporter setelah timnya menang 1-0 atas Jerman dalam pertandingan Grup F EURO 2020 di Allianz Arena di Muenchen pada 15 Juni 2021. (AFP/MATTHIAS SCHRADER)

Daftar pelatih top yang dulunya adalah gelandang bertahan selanjutnya adalah pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps.

Dia merupakan mantan rekan satu tim Conte di Juventus. Selain Juventus, Deschamps juga sempat membela Marseille, Nantes, Chelsea, lalu pensiun setelah memperkuat Valencia.

Tak lama setelah pensiun, Deschamps langsung melatih AS Monaco pada 2001. Sempat melatih Juventus dan Marseille, Deschamps ditunjuk sebagai pelatih Prancis sejak 2012.

Dua gelar prestisius berhasil diberikan Didier Deschamps buat Prancis, yaitu trofi Piala Dunia 2018 dan juara UEFA Nations League 2020/21.

Kontributor: Aditia Rizki Nugraha

Berita Terkait

Berita Terkini