Boladunia

7 Calon Bintang Sepak Bola yang Meredup Sebelum Bersinar

Digadang jadi bintang sepak bola di masa depan, 7 pemain ini justru meredup sebelum bersinar.

Rauhanda Riyantama

Mantan pemain Barcelona, Bojan Krkic. (sumber: twitter/@Bokrkic)
Mantan pemain Barcelona, Bojan Krkic. (sumber: twitter/@Bokrkic)

Bolatimes.com - Banyak pemain sepak bola yang kerap digadang-gadang akan menjadi bintang masa depan. Namun sayangnya, banyak pula yang kariernya meredup sebelum benar-benar bersinar.

Setiap tahunnya selalu muncul nama calon bintang-bintang baru di lapangan hijau. Umumnya, sematan ini diberikan kepada para pemain muda.

Sematan sebagai calon bintang sepak bola ini bukanlah hal remeh bagi seorang pemain. Maka tak heran bila banyak pemain yang punya sematan tersebut malah tak memenuhi ekspektasi.

Kegagalan memenuhi ekspektasi ini biasanya didapatkan dari faktor eksternal seperti tekanan untuk menampilkan performa yang konsisten serta gaya hidup pemain itu sendiri.

Sehingga, banyak pemain yang digadang-gadang sebagai calon bintang, kariernya malah meredup sebelum benar-benar bersinar sepenuhnya.

Di dunia sepak bola, hal seperti ini kerap terjadi. Tak terhitung berapa banyak pemain yang gagal dan kariernya meredup meski punya status sebagai calon bintang masa depan.

Kira-kira, siapa saja pemain tersebut? Berikut ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Adriano

Mantan penyerang Inter Milan, Adriano Leite Riberio (Damien Meyer/AFP)
Mantan penyerang Inter Milan, Adriano Leite Riberio (Damien Meyer/AFP)

Brasil kerap melahirkan banyak penyerang berbakat di setiap generasinya. Salah satunya adalah Adriano yang dinilai sebagai penyerang dengan kemampuan sempurna.

Adriano andal dalam melakukan tembakan, punya postur apik, dan lari yang kencang. Maka tak heran ia digadang-gadang sebagai calon pemain terbaik dunia.

Namun yang terjadi malah kariernya meredup akibat gaya hidupnya sendiri. Pemicu buruknya gaya hidup Adriano dikarenakan kepergian sang ayah pada 2004 yang berimbas pada mentalnya.

2. Alexandre Pato

Pemain AC Milan, Alexandre Pato merayakan gol ke gawang Barcelona pada Liga Champions 2011/2012 (AFP)
Pemain AC Milan, Alexandre Pato merayakan gol ke gawang Barcelona pada Liga Champions 2011/2012 (AFP)

Selain Adriano, ada pula nama Alexandre Pato. Ia dicap sebagai bintang masa depan saat diboyong AC Milan ke Italia pada usia 18 tahun.

Saat tiba, Pato tampil impresif dan terus mencetak gol di setiap pertandingan. Namun karier apik di usia dini ini hancur akibat cedera yang dideritanya.

Selain cedera, disebutkan pula gaya hidup Pato sama seperti pemain Brasil lainnya yang telah mengecap kesuksesan. Alhasil, pamornya kian turun hingga namanya pun menghilang bak ditelan bumi.

3. Diego Ribas

Diego Ribas saat berseragam Juventus. (MARCELLO PATERNOSTRO / AFP)
Diego Ribas saat berseragam Juventus. (MARCELLO PATERNOSTRO / AFP)

Masih dari Brasil. Ada nama Diego Ribas yang dicap sebagai calon Playmaker terbaik di dunia sepak bola berkat visi dan gaya bermainnya yang elegan.

Performanya mampu ia tunjukkan saat bermain di Bundesliga Jerman bersama Werder Bremen. Penampilan impresif itu membuatnya dipinang Juventus.

Sayangnya kepindahan ini malah membuat kariernya meredup. Karena tak cocok dengan gaya bermain Italia, Diego Ribas gagal bermain apik dan membuatnya menjadi pemain yang biasa-biasa saja.

4. Bojan Krkic

Mantan pemain Barcelona, Bojan Krkic. (sumber: twitter/@Bokrkic)
Mantan pemain Barcelona, Bojan Krkic. (sumber: twitter/@Bokrkic)

Saat Lionel Messi tengah membangun dinasti di Barcelona, muncul satu nama yang digadang-gadang akan menjadi penerusnya. Ia adalah Bojan Krkic.

Bojan Krkic muncul dari akademi Barcelona dan mampu berbicara banyak dengan mencetak gol. Bahkan, performa itu ia tunjukkan di Timnas Spanyol pula.

Namun karena minim menit bermain, Bojan Krkic mencoba peruntungan ke luar Spanyol. Tak disangka, keputusan ini malah membuat kariernya meredup sebelum berkembang.

5. Javier Saviola

Javier Saviola saat berkostum Barcelona. (LLUIS GENE / AFP)
Javier Saviola saat berkostum Barcelona. (LLUIS GENE / AFP)

Selain Brasil, Argentina juga kerap melahirkan banyak penyerang berbakat. Salah satu yang dicap bakal jadi penyerang tajam nan mematikan adalah Javier Saviola.

Saviola disebut sebagai The Next Maradona karena kelincahan dan ketajamannya. Hal itu membuatnya dipinang Barcelona.

Di awal kariernya di Spanyol, Saviola tampil apik. Tapi lambat laun kariernya meredup karena cedera, menurunnya performa hingga kesulitannya bersaing dengan deretan bintang di Barcelona.

6. Giuseppe Rossi

Italia pernah punya harapan besar pada sosok Giuseppe Rossi, seorang bomber muda yang disebut akan menjadi pewaris Alessandro Del Piero.

Pada awal kemunculannya, Rossi membuat geger sepak bola Italia dengan diboyong Manchester United. Seperti yang diduga, kariernya tak berjalan lancar akibat cedera.

Hingga akhirnya Rossi banyak dipinjamkan. Namanya sempat melambung di Villarreal sebelum akhirnya meredup lagi dan kini berstatus tanpa klub.

7. Adnan Januzaj

Adnan Januzaj saat masih memperkuat Manchester United. [AFP]
Adnan Januzaj saat masih memperkuat Manchester United. [AFP]

Manchester United kerap mendatangkan pemain muda yang digadang-gadang akan jadi bintang masa depan. Salah satunya adalah Adnan Januzaj.

Pemain berkebangsaan Belgia ini dulunya dicap sebagai pewaris Ryan Giggs karena penampilannya yang konsisten terutama dalam menyisir sisi sayap.

Namun kariernya harus menurun sebelum ia benar-benar berkembang seiring keputusan Man United meminjamkannya. Alhasil, kini sematan calon bintang pun tak lagi mengiringi kariernya.

8. Anderson

Anderson ketika memperkuat Manchester United. (Andrew Yates/AFP)
Anderson ketika memperkuat Manchester United. (Andrew Yates/AFP)

Sebelum Adnan Januzaj, ada nama Anderson yang disebut akan menjadi bintang Manchester United di lapangan tengah.

Peraih Golden Boy 2008 tersebut memiliki teknik luar biasa dan visi permainan yang baik. Namun, kepindahannya ke Manchester United tak berjalan dengan baik.

Anderson kesulitan bersaing dengan lini tengah Man United sehingga kariernya lambat laun meredup dan namanya pun hilang ditelan bumi.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini