Boladunia

Meski Swiss Tersingkir, Yann Sommer Tetap Layak Jadi Pahlawan

Yann Sommer bermain gemilang di bawah mista gawang Swiss hingga lolos ke perempatfinal Euro 2020.

Rauhanda Riyantama

Penjaga gawang Swiss Yann Sommer bereaksi setelah menyelamatkan tembakan oleh pemain depan Prancis Kylian Mbappe dalam adu penalti selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Prancis dan Swiss di National Arena, Bucharest, pada (28/6/2021). [Justin Setterfield / POOL / AFP]
Penjaga gawang Swiss Yann Sommer bereaksi setelah menyelamatkan tembakan oleh pemain depan Prancis Kylian Mbappe dalam adu penalti selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Prancis dan Swiss di National Arena, Bucharest, pada (28/6/2021). [Justin Setterfield / POOL / AFP]

Bolatimes.com - Timnas Swiss harus tersingkir di babak perempatfinal Euro 2020 usai dikalahkan Spanyol lewat drama adu penalti, Sabtu (3/7/2021) dini hari WIB. Meski demikian, kiper Yann Sommer tetap layak jadi pahlawan dalam laga ini.

Dalam pertandingan di Stadion Krestovsky, St. Petersburg, Swiss kalah adu penalti 1-3 setelah di waktu normal dan babak perpanjangan mampu menahan Spanyol 1-1.

Di babak adu penalti, kiper Swiss 32 tahun itu kembali menunjukan kualitasnya dengan memblok satu tembakan penggawa Spanyol yakni Rodri, di samping tendangan Sergio Busquets yang membentur tiang gawang.

Namun di sisi lain, para penendang Swiss nyatanya gagal melakukan tugas dengan baik. Tiga eksekutor mereka gagal mencetak gol. Dua ditahan kiper Spanyol Unai Simon, dan satu lainnya melambung tinggi.

Unai Simon pun didapuk sebagai 'star of the match' atau pemain terbaik dalam laga itu berkat penampilan heroiknya di babak adu penalti.

Namun, melihat fakta pertandingan, Simon secara terbuka memuji kualitas Yann Sommer yang dalam laga ini berhasil melakukan 10 penyelamatan, sebagaimana merujuk statistik via WhoScored.

"Saya akan memberikan gelar MVP kepada Sommer," kata Simon, seperti dikutip Antara dari Marca.

"Sepak bola itu adil, kami layak menjadi pemenang. Kami harus segera memperbaiki kesalahan dan juga tetap membumi karena akan datang lawan yang sangat sulit, siapa pun itu," tambah dia.

"Dalam semifinal, Anda harus memiliki mentalitas bahwa setiap pertandingan itu baru. Menjuarai Piala Eropa seharusnya menjadi satu-satunya hal yang ada dalam pikiran kami saat ini."

Spanyol memenangi adu penalti setelah pertandingan berakhir 1-1 dalam waktu normal dan perpanjangan waktu. Simon menggagalkan penalti Fabian Schar dan Manuel Akanji, sementara tendangan Ruben Vargas dari Swiss melambung di atas mistar gawang.

Sommer melakukan beberapa penyelamatan gemilang saat mengantarkan 10 pemain Swiss setelah gelandang Remo Freuler diusir dari lapangan karena melakukan pelanggaran keras pada menit ke-77, bertahan sampai adu penalti.

Spanyol memimpin pada menit kedelapan ketika tendangan Jordi Alba dibelokkan Daniel Zakaria untuk menjadi gol bunuh diri, namun Swiss menyamakan kedudukan pada menit ke-68 lewat Xherdan Shaqiri.

"Saya memiliki kilas balik manakala kami kebobolan karena itu sama dengan saat kami kebobolan di sini melawan Swedia tiga tahun silam," kata Sommer kepada situs resmi UEFA.

"Namun saya bangga sekali kepada tim, apa yang telah kami capai di sini dengan seluruh negara berada di belakang kami.,'' tandas Yann Sommer.

Sementara itu, Timnas Spanyol akan melawan Timnas Italia di laga semifinal Euro 2020. Duel tersebut akan digela di Wembley, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB.

Berita Terkait

Berita Terkini