Boladunia

Mauricio Pochettino: Bukan Kane, Tapi Hugo Lloris yang Menyemangati Kami

Mauricio Pochettino, secara terang-terangan membantah bahwa Harry Kane berperan dalam kebangkitan timnya saat melawan Ajax Amsterdam.

Rauhanda Riyantama

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dan Hugo Lloris saat merayakan keberhasilan timnya lolos ke final Liga Champions. (ADRIAN DENNIS / AFP)
Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dan Hugo Lloris saat merayakan keberhasilan timnya lolos ke final Liga Champions. (ADRIAN DENNIS / AFP)

Bolatimes.com - Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, secara terang-terangan membantah bahwa Harry Kane berperan dalam kebangkitan timnya saat melawan Ajax Amsterdam. Menurutnya, bukanlah Kane, melainkan sang kapten, Hugo Lloris.

Seperti diketahui, Tottenham Hotspur secara mengajutkan berhasil melakukan comeback gemilang atas Ajax pada laga leg kedua semifinal Liga Champions di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, Spurs bangkit di babak kedua dan menang dengan skor akhir 3-2 lewat hat-trick yang dicetak oleh Lucas Moura.

Tentu bukan situasi yang mudah bagi Christian Eriksen dan kolega saat rehat babak pertama, mengingat harus mengejar ketertinggalan defitis tiga gol di babak kedua. Nah, dalam kondisi ini, Harry Kane yang tidak bermain karena cedera pun diberitakan punya andil besar bagi tim.

Penyerang 25 tahun itu masuk ke ruang ganti dan memberikan semangat kepada rekan-rekannya, sehingga tampil kesetanan di babak kedua. Namun, Pochettino dengan tegas merevisi pemberitaan yang sudah tersebar tersebut, bahwa bukan Kane, tetapi Lloris yang menjadi aktor penting kebangkitan skuat The Lilywhites.

''Itu mengejutkan saya. Saya coba mendengarkan penjelasan Trippier - dia tidak bilang Harry yang bicara. Bukan dari Harry. Dia hanya ada di sana bersama Davinson Sanchez dan beberapa pemain yang tidak masuk tim," ungkap Pochettino, seperti dilansir dari Sportskeeda.

''Trippier bilang bahwa 'kehadirannya'. Harry ada di sana dan memberikan kami kepercayaan diri serta membakar emosi,'' tuturnya menambahkan.

''Tapi jujur saja, saya yang bicara. Dan pada akhirnya yang menyemangati mereka sebelum bermain adalah kapten kami, Hugo Lloris. Saya ingat beberapa kalimat dari Hugo Lloris saat meninggalkan ruang ganti. Dia berteriak. 'Kita sudah sedemikian dekat, hanya butuh satu gol saja, jangan menyerah, dan terus mencoba, karena jika berhasil maka kami akan bangkit','' tandas pelatih asal Argentina itu.

Berita Terkait

Berita Terkini