Boladunia

Usai Samai Fabregas, Kapten Ajax Berpeluang Sikat Rekor Steven Gerrad

Matthijs de Ligt menjadi kapten termuda dalam sejarah Liga Champions yang tampil di semifinal.

Rauhanda Riyantama | Irwan Febri Rialdi

Bek Ajax Amsterdam, Matthijs De Ligt, saat berduel dengan Cristiano Ronaldo. (Emmanuel Dunand/AFP)
Bek Ajax Amsterdam, Matthijs De Ligt, saat berduel dengan Cristiano Ronaldo. (Emmanuel Dunand/AFP)

Bolatimes.com - Kapten Ajax Amasterdam, Matthijs de Ligt, sukses memecahkan rekor kapten termuda yang bermain di semifinal dalam sejarah Liga Champions. Ia menyamai rekor yang sebelumnya dipegang oleh gelandang asal Spanyol, Cesc Fabregas.

Rekor De Light tercipta ketika Ajax meraih kemenangan 1-0 atas Tottenham Hotspur pada leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB. Ketika itu, usia De Ligt adalah 19 tahun 261 hari.

Dia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Cesc Fabregas ketika menjadi kapten Arsenal pada semifinal Liga Champions melawan Manchester United pada musim 2008/2009. Ketika itu, Fabregas berusia 21 tahun.

Namun, tak berhenti di situ. De Ligt kembali berpeluang menyamai atau menyalip rekor yang pernah dipegang oleh Steven Gerrard, yakni menjadi kapten termuda yang sukses mengangkat trofi Liga Champions bersama Liverpool. Usai Gerrard ketika itu ialah 24 tahun.

De Ligt bersama Ajax memiliki peluang besar untuk melaju ke final Liga Champions 2018/2019. Sebab, setelah kemenangan 1-0 atas Tottenham pada leg pertama, anak asuh Erik ten Hag akan bermain di rumah sendiri pada leg kedua. Meski demikian, De Ligt mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap fokus karena segala hal masih terjadi pada leg kedua kedua.

"Ini baru pertandingan pertama, namun ini posisi yang bagus untuk berada. Terutama karena kami mencetak gol tandang. Sangat memalukan soal kesempatan satunya yang membentur tiang, karena itu akan memberi kami posisi yang lebih kuat," tegas De Ligt di laman resmi UEFA.

"Ini juga cara kami bermain melawan (Real) Madrid, Juventus, dan melawan Bayern (Munich) di laga tandang. Kami melihat bahwa Tottenham memiliki tim yang sangat bagus, dan mereka sebagian besar memainkan umpan-umpan panjang ke arah (Fernando) Llorente, yang menyulitkan kami untuk menekan mereka. Pada akhirnya itu adalah pertarungan fisik, namun kami tetap meraih kemenangan," tuturnya menambahkan.

Namun, walau bermain di kandang pada leg kedua semifinal melawan Tottenham, Ajax diwajibkan waspada. Pasalnya, kekalahan satu-satunya Ajax di Liga Champions musim ini justru terjadi di kandang, yakni ketika kalah 1-2 dari Real Madrid pada babak 16 besar.

Berita Terkait

Berita Terkini