Boladunia

Pura-pura 16 Tahun, Pencetak Rekor Liga India Diskorsing 6 Bulan

Gourav Mukhi menjadi pencetak gol termuda di sejarah Liga Super India, yakni 16 tahun. Namun, usia itu ternyata bohong karena umur aslinya adalah 28 tahun.

Stephanus Aranditio | Irwan Febri Rialdi

Penyerang Jamshedpur FC, Gourav Mukhi. (Dok. Mykhel.com).
Penyerang Jamshedpur FC, Gourav Mukhi. (Dok. Mykhel.com).

Bolatimes.com - Penyerang Jamshedpur FC, Gourav Mukhi, resmi dijatuhi hukuman skorsing selama enam bulan oleh Komite Disiplin Federasi Sepak Bola India (AIFF) setelah pura-pura masih berusia 16 tahun. Padahal, usianya aslinya adalah 28 tahun.

Dilansir dari The Sun, Gourav Mukhi sempat membuat jagat sepak bola India geger dengan menjadi pesepak bola termuda yang mampu mencetak gol di Indian Super League (ISL) atau kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Ia yang diketahui berusia 16 tahun berhasil mencetak gol penyeimbang 2-2 ke gawang Belarungu FC pada pekan kedua ISL musim 2018/2019. Striker Australia, Tim Cahill bahkan sampai memberi pujian pada Mukhi yang merupakan lawannya di laga tersebut.

Namun, dua bulan kemudian, bukti menunjukkan dirinya tidak semuda itu. Gourav Mukhi dinilai memiliki beberapa keanehan identitas sebagai anak 16 tahun, di antaranya adalah kumis tebal dan akun facebook yang tertulis lahir pada 5 April 1999. Bahkan, dalam dokuman Telegraph India, ternyata ia sudah berusia 28 tahun.

Mengetahui fakta itu, Komite Disiplin Federasi Sepak Bola India (AIFF) segera mengambil tindakan tegas dengan melayangkan hukuman untuk Gourav Mukhi. Ia dilarang membela Jamshedpur FC selama enam bulan.

''Komite Disiplin Federasi Sepak Bola India (AIFF) menjatuhkan skorsing enam bulan pada pemain Jamshedpur FC Gourav Mukhi dengan segera. Komite Disiplin AIFF menyatakan pemain Gourav Mukhi bersalah atas dasar bukti yang diajukannya, pengakuannya, dan pernyataan Manajer Akademi U-16 AIFF pada tahun 2015,'' ucap Komdis Federasi Sepakbola India dalam rilis resminya.

''Komite Disiplin AIFF juga mengamati, pendaftaran Gourav Mukhi yang ada, baik dalam Sistem Registrasi Pusat (CRS) maupun Sistem Manajemen Persaingan (CMS) harus dibatalkan dan dicabut dengan segera, dengan kebebasan pada pemain atau klub yang sesuai, untuk menyerahkan dokumen asli yang sah dan valid untuk pendaftaran baru di bawah CRS dan CMS,'' tuturnya menambahkan.

Kisah Mukhi ini terbilang unik. Ia bahkan pernah mengikuti kejuaran U-15 pada 2015 silam. Berkat performa apiknya, ia akhirnya masuk ke tim cadangan Jamshedpur FC sebelum akhirnya promosi ke tim utama.

Berita Terkait

Berita Terkini