Boladunia

Tidak Coming Home, Tapi Inggris Going Home

Lagi-lagi Inggris harus mengubur impiannya untuk memulangkan sepak bola ke tanah Britania Raya. Kali ini giliran Kroasia jadi aktor antagonis memulangkan skuat The Three Lions

Agung Pratnyawan | Rauhanda Riyantama

Skuat The Three Lions harus menelan pil pahit usai kalah 1-2 dari Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018. (Sumber: Twitter/Jesse Lingard)
Skuat The Three Lions harus menelan pil pahit usai kalah 1-2 dari Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018. (Sumber: Twitter/Jesse Lingard)

Bolatimes.com - Lagi-lagi Inggris harus mengubur impiannya untuk memulangkan sepak bola ke tanah Britania Raya. Kali ini giliran Kroasia jadi aktor antagonis memulangkan skuat The Three Lions pada babak semifinal Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Kamis dini hari (12/7/2018).

Inggris harus menyerah 1-2 dari Kroasia. Sebetulnya, pasukan Gareth Southgate sempat unggul cepat berkat gol Keiran Trippier di menit kelima. Trippier berhasil membobol gawang yang dikawal Danijel Subasic lewat tendangan bebas terukur.

Kiper Kroasia, Danijel Subasic harus memungut bola dari gawangnya usai dibobol Keiran Trippier.
Kiper Kroasia, Danijel Subasic harus memungut bola dari gawangnya usai dibobol Keiran Trippier.

 

Setelah unggul cepat, justru Inggris harus bekerja keras menahan gempuran pemain Kroasia. Luca Modric cs akhirnya bisa membobol pertahanan Inggris yang dikawal John Stones pada menit ke-68 lewat sundulan Ivan Perisic.

Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1 hingga babak kedua usai. Lanjut di babak tambahan 2 x 15 menit, Kroasia justru berhasil mencetak gol kedua. Mario Mandzukic menjadi kunci kemenangan Kroasia lewat golnya di menit ke-109.

Bomber Juventus itu berhasil mengonversi umpan perisic menjadi gol, sehingga gawang Inggris yang dikawal Jordan Pickford harus kebobolan untuk kedua kalinya. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-2 untuk kemenangan Kroasia tak berubah.

Kroasia mencetak sejarah karena pertama kali lolos di final Piala Dunia.
Kroasia berhasil mencetak sejarah karena pertama kali lolos di final Piala Dunia.

 

Bagi Inggris, ini menjadi kesempatan emas untuk membawa pulang trofi Piala Dunia sejak menjadi juara tahun 1966. Namun, mimpi 'football is coming home' harus pupus, dan berganti Inggris 'going home'.

Dengan hasil ini, Inggris memperpanjang catatan buruk di lima turnamen. Mereka gagal ke babak puncak sebanyak empat kali dalam lima kesempatan di Piala Dunia dan Piala Eropa.

Meski Harry Kane dan kolega gagal melaju di babak final Piala Dunia 2018, apresiasi tinggi diucapkan oleh legenda Inggris, Alan Shearer. Pasukan muda Inggris dianggap telah melebihi ekspektasi awal.

 

"Jauh melebihi ekspektasi. Pencapaian yang bagus Inggris dan kerja bagus juga Gareth Southgate, anda sudah begitu brilian. Memberi kami hiburan yang luar biasa dan menemukan sebuah sistem dan memberi kami harapan," ungkap Alan Shearer di akun Twitter pribadinya.

loading...

Berita Terkait

Berita Terkini