Boladunia

Pernah Punya Kenangan Buruk, Dejan Lovren Waspadai Harry Kane

Dejan Lovren pernah mempunyai kenangan buruk ketika berhadapan dengan Harry Kane saat di level klub Liga Premier Inggris.

Stephanus Aranditio | Andiarsa Nata

Dejan Lovren/Twitter
Dejan Lovren/Twitter

Bolatimes.com - Bek Kroasia, Dejan Lovren pernah mempunyai kenangan buruk ketika berhadapan dengan Harry Kane saat di level klub Liga Premier. Tetapi Lovren mengaku tidak akan membiarkan kenangan buruk itu mengganggu performanya ketika berhadapan dengan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018, Kamis (12/7/2018) dini hari WIB.

Pada musim 2017/2018 di Liga Premier, Dejan Lovren pernah berhadapan dengan Harry Kane saat pertandingan Liverpool kontra Tottenham Hotspurs.

Pertandingan itu menjadi kenangan buruk bagi Dejan Lovren lantaran ia gagal tampil maksimal. Kala itu Tottenham Hotspurs menang telak 4-1 dari Liverpool pada laga yang digelar di markas The Lilywhites, Wembley Stadium.

Harry Kane merayakan golnya/Twitter
Harry Kane merayakan golnya/Twitter

Kini, Dejan Lovren akan kembali berhadapan dengan Harry Kane. Bukan dilevel klub, melainkan ajang terbesar di dunia, Piala Dunia 2018.

Menjalang laga Inggris kontra Kroasia, seorang wartawan menanyakan kembali kenangan buruk tersebut kepada Lovren. Kontan saja pemain berusia 29 tahun langsung terlihat kesal.

"Saya tidak tahu harus berkata apa untuk menjawab pertanyaan ini. Benar-benar tidak relevan, bahwa kekalahan 4-1 melawan Tottenham. Mengapa Anda tidak bertanya kepada saya bagaimana saya bermain dengan baik melawan dia? Anda hanya mempertanyakan penampilan saya yang buruk," ujar Lovren dikutip dari The Guardian.

Meski begitu, Lovren tidak menyangkal jika Harry Kane adalah striker terbaik di Liga Premier. Hal itu lah yang membuat Kane menjadi ancaman besar ketika berhadapan dengan Kroasia di laga semifinal melawan Inggris nanti.

“Aku sangat menghormati Harry Kane. Dia telah menunjukkanya dari musim ke musim bahwa dia salah satu striker terbaik di Liga Premier. Dia konsisten, dia pencetak gol," terang Lovren.

"Dia adalah salah satu ancaman terbesar tetapi dia tidak sendirian. Rekan satu timnya bermain di klub-klub papan atas. Itu akan menjadi tugas yang sulit bagi kita semua,” tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkini