Arena

Mohammad Ahsan Masih Dihantui Cedera Jelang Denmark Open 2019

Cedera betis tersebut dialami Mohammad Ahsan saat mengikuti turnamen China Open 2019, 17-22 September lalu.

Rauhanda Riyantama

Mohammad Ahsan jadi wakil kapten tim Indonesia hadapi Piala Sudirman 2019. [king.chayra / Instagram]
Mohammad Ahsan jadi wakil kapten tim Indonesia hadapi Piala Sudirman 2019. [king.chayra / Instagram]

Bolatimes.com - Pebulutangkis spesialis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan masih dibekap cedera betis jelang keikutsertaannya di Denmark Open 2019 pada 15-20 Oktober mendatang.

Partner Hendra Setiawan itu mengaku masih sedikit merasakan ketidaknyamanan pada otot betis sebelah kanan, di samping kondisi cedera betis kiri yang sudah berangsur pulih.

"Sudah cukup membaik dari yang kemarin-kemarin. Sudah terapi, perawatan, sekarang saya lebih banyak terapi dan minum obat yang dikasih dokter," ujar Mohammad Ahsan ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019).

Meski masih dibekap cedera betis, Ahsan mengatakan intensitas latihannya jelang tur Eropa ini tidaklah menurun. Hal itu membuat proses penyembuhan cederanya sedikit terhambat.

Namun, pebulutangkis 32 tahun itu memaklumi kondisi tersebut, lantaran persiapan menuju Denmark Open hanya kurang dari satu pekan lagi.

Suasana latihan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/9). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Suasana latihan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/9). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Susah diprediksi (kapan sembuh) karena digunakan terus, tidak bisa istirahat total. Mungkin kalau istirahat total bisa sembuh lebih cepat," beber Mohammad Ahsan.

"Ini kita harus persiapan lagi, karena kejuaraannya mepet. Yang penting saya jangan sampai sakit parah saja," tambahnya.

Cedera betis tersebut dialami Mohammad Ahsan saat mengikuti turnamen China Open 2019, 17-22 September lalu.

Saat itu, atlet 33 tahun tersebut mengeluhkan rasa sakit di di bagian betis kanan dan kiri saat memainkan laga babak kedua menghadapi Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang).

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, menjadi finalis China Open 2019 usai kalah dari junior mereka Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di babak final, Minggu (22/9). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, menjadi finalis China Open 2019 usai kalah dari junior mereka Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di babak final, Minggu (22/9). [Humas PBSI]

Saat menghadapi wakil Negeri Sakura, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di perempat final pun, Mohammad Ahsan terlihat menahan rasa sakit. Hal itu membuat pergerakannya tak selincah biasanya.

Meski dibekap cedera, Ahsan bersama Hendra masih mampu melaju ke babak final, meski pada akhirnya harus puas menjadi runner-up usai dikalahkan kompatriotnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

"Jaraknya (turnamen ke turnamen) masih pendek, pasti ada trauma, tapi sebisa mungkin dihilangkan. Jangan sampai ada rasa takut, dibawa seperti normal saja. Insya Allah sampai Denmark sembuh total, saya rasa progresnya sudah baik," pungkas Mohammad Ahsan.

Berita Terkait

Berita Terkini