Arena

Memalukan! Ratusan Pelari Maraton di China Lakukan Kecurangan

Sebanyak 250 pelari tertangkap basah melakukan kecurangan dalam ajang Shenzhen Half Marathon.

Stephanus Aranditio | Andiarsa Nata

Pelari maraton di ajang Shenzhen Half Marathon (@XHSports/Twitter)
Pelari maraton di ajang Shenzhen Half Marathon (@XHSports/Twitter)

Bolatimes.com - Sebanyak ratusan pelari maraton tertangkap basah melakukan kecurangan dalam ajang Shenzhen Half Marathon yang berlangsung pada Minggu (25/11/2018) di China. Atas tindakan tidak sportif itu, mereka akan mendapat hukuman atas kecurangan yang mereka lakukan tersebut.

Berdasarkan laporan Independent, sebanyak 250 pelari akan mendapat hukuman karena tertangkap telah melakukan kecurangan dalam ajang Shenzhen Half Marathon.

Mereka diketahui melakukan kecurangan setelah terekam oleh kamera lalu lintas yang ada di jalan yang dilalui dalam ajang maraton tersebut. Sebanyak ratusan orang terlihat mengambil jalan pintas dengan memotong jalan.

Bukannya melalui jalan yang telah ditentukan, akan tetapi mereka memotong jalan dengan melewati pepohonan menuju jalan lainnya untuk memutar balik. Dengan menggunakan rute yang lebih pendek, para pelari nakal itu mengurangi perjalanan hingga 3 km dari total jarak 21 km.

 

Berdasarkan laporan, sebanyak 237 pelari dikabarkan telah melewati pepohonan tersebut untuk memotong jalan. Atas kecurangan itu, mereka akan mendapatkan hukuman dilarang mengikuti ajang maraton selama dua tahun.

Selain itu, terdapat tiga pelari yang menyewa orang untuk menggantikannya berlari. Sementara 18 pelari lainnya terbukti memakai nomor bib palsu. Jumlah 21 orang itu pun mendapatkan hukuman dilarang mengikuti ajang maraton selama seumur hidup.

Pihak penyelenggara pun mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. Tindakan kecurangan yang dilakukan pelari nakal itu dianggap telah mengubah esensi dari berlari maraton.

''Kami sangat menyesalkan pelanggaran yang terjadi selama acara,'' buka kata penyelenggara dalam pernyataan resminya.

''Berlari maraton bukan hanya olahraga, itu adalah metafora untuk kehidupan, dan setiap pelari bertanggung jawab untuk dirinya sendiri,'' lanjutnya.

Berita Terkait

Berita Terkini