Bolaindonesia

Eks CEO PSS Sleman Ungkap Borok PT LIB Selaku Pihak Operator Liga 1

Dirut PT LIB kini jadi tersangka dalam tragedi Kanjuruhan.

Arif Budi Setyanto

Logo PT LIB. (Liga-Indonesia.id).
Logo PT LIB. (Liga-Indonesia.id).

Bolatimes.com - Mantan CEO PSS Sleman, Viola Kurniawati membongkar borok PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang merupakan operator untuk kompetisi Liga 1 Indonesia.

Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita menjadi salah satu nama dari enam tersangka tragedi Kanjuruhan yang diumumkan oleh Kapolri Listyo Sigit. Menurutnya, operator liga juga terakhir memverifikasi stadion pada tahun 2020 lalu

Eks CEO PSS Sleman yang bernama Viola menjelaskan bahwa LIB selaku divisi kompetisi seakan bertindak arogan ke pihak klub beserta Liga 1. Hal itu banyak mendapatkan komplain dari bebera klub.

"Sudah jamak juga mendengar beberapa klub sering ribut dan komplain soal pola komunikasi divisi kompetisi tersebut ke klub. Ada arogansi disitu yang membuat orang klub di level operasional juga jengah, padahal sebagai operator harusnya melayani klub yang jadi ujung tombak liga," cuit Viola.

"Saya pribadi kesal setengah mati dengar fakta-fakta yang ada di dalam perusahaan operator tersebut. Korupsi, affair, minta gaji tinggi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Viola kembali mengungkap bobrok LIB ketika mencontohkan gelaran pertandingan PSS Sleman vs Arema FC di Liga 1 2019 lalu.

"Dulu pas saya masih di PSS, ketika opening Liga 1 2019 PSS vs Arema yang berakhir ricuh, saya masih ingat saya ribut dengan para staf kompetisi LIB. Sebagai klub dan panpel yang baru promosi naik Liga 1, tidak ada pendampingan untuk kami di PSS. Mereka datang hanya ngatur-ngatur saja."

"Paling bikin kecewa, merekalah yang paling awal pulang duluan ketika ricuh. Panpel disalahkan, PSS disalahkan dan dihukum. Kami berjuang sendirian hingga banding. Tidak ada bantuan dari LIB sama sekali. Padahal yang urus perizinan juga kami sampai berhari-hari di Polda," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini