Bolaindonesia

Witan dan Marselino Masuk Radar Pemandu Bakat Belgia, Gaya Mainnya Disebut Mirip Pemain Eropa

Penampilan Witan dan Marselino bersama Timnas Indonesia jadi sorotan pemandi bakat asal Belgia.

Rauhanda Riyantama

Aksi Witan Sulaeman saat Timnas Indonesia kalahkan Kuwait 2-1 di Kualifikasi Piala Asia 2023. (Instagram/pssi)
Aksi Witan Sulaeman saat Timnas Indonesia kalahkan Kuwait 2-1 di Kualifikasi Piala Asia 2023. (Instagram/pssi)

Bolatimes.com - Dua pemain timnas Indonesia, Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinand disebut pemain bertipe Eropa dan masuk radar pemandu bakat top dunia.

Pemandu bakat asal Belgia, Jacek Kulig terpesona dengan kemampuan Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinand.

Diketahui bahwa Jacek Kulig memiliki segudang informasi terkait para pemain muda potensial, bahkan dari berbagai penjuru dunia.

Melalui akun Twitter pribadinya, @FTalentScout, Jacek Kulig memasukkan nama Witan dan Marselino dalam daftar pemain muda potensial.

Marselino Ferdinand menjadi pemain pertama yang disorot Jacek, pemuda berusia 17 tahun bermain di kasta teratas Liga Indonesia bersama Persebaya.

Jacek Kulig memberinya rating 6,5 dari 10, Marselino memiliki kelebihan pada kecepatan, umpan, visi dan kemampuan kontrol serta dribbel bola.

Marselino bahkan disejajarkan dengan pemain muda potensial Spanyol milik RB Leipzig, Dani Olmo dan penilaian ini diberi pada 10 Februari 2022.

Beberapa bulan setelah itu, Jacek Kulig membahas Witan Sulaeman yang kembali memperkuat tim Polandia, Lechia Gdansk.

Bermodal tampil apik saat bersama FK Senica dan timnas Indonesia, pemain berusia 20 tahun itu juga membuat Kulig terpesona.

Menurutnya Witan memiliki beberapa kelebihan seperti kecepatan bermain, kontrol bola, teknik hingga kelincahan dan ketangkasan dalam memainkan bola.

Bahkan Witan dinilai memiliki tipe bermain yang sama seperti striker Newcastle United, Miguel Almiron namun Kulig memberinya nilai lebih rendah yakni 6 dari 10.

Nilai yang diberikan untuk Marselino dan Witan meman tak terlalu tinggi, namun setidaknya sisi potensial yang ada di dalam diri mereka jadi nilai plus.

Kontributor: Eko Isdiyanto

Berita Terkait

Berita Terkini