Bolaindonesia

Kalah Pengalaman, Pelatih Kuala Lumpur City Merendah Jelang Hadapi PSM Makassar

Pelatih Kuala Lumpur City menyebut PSM Makassar lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan

Irwan Febri Rialdi

Bojan Hodak saat menjadi pelatih JDT. (Dok. ESPN).
Bojan Hodak saat menjadi pelatih JDT. (Dok. ESPN).

Bolatimes.com - Pelatih Kuala Lumpur City FC, Bojan Hodak, menyebut PSM Makassar bakal lebih diunggulkan menjelang perjumpaan pada matchday pertama Grup H Piala AFC 2022, Jumat (24/6/2022). Sebab, skuat Juku Eja unggul pengalaman.

Duel Kuala Lumpur City vs PSM Makassar akan berlangssung di Kuala Lumpur City Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia pada pukul 19.00 WIB.

Bagi Kuala Lumpur City, ini merupakan kali pertama mereka mengikuti ajang Piala AFC setelah mengakhiri 32 tahun penantian untuk mengangkat trofi Piala Malaysia 2021 dengan menekuk Johor Darul Ta'zim (JDT) di final.

Di sisi lain, tahun ini merupakan edisi ketiga PSM Makassar tampil di Piala AFC setelah sebelumnya mewakili Indonesia pada 2019 dan 2020.

Selain PSM, lawan yang akan jadi batu sandungan Kuala Lumpur City adalah klub asal Singapura Tampines Rovers.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena ketiga tim sama-sama punya kekuatan berimbang," kata Hodak dalam laman resmi AFC, Jumat (24/6/2022).

“Saya yakin PSM Makassar dan Tampines Rovers (Singapura) akan diuntungkan hanya karena mereka memiliki pengalaman bermain di Piala AFC."

Pemain PSM Makassar, Wiljan Pluim (kanan). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]
Pemain PSM Makassar, Wiljan Pluim (kanan). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

Meski berstatus sebagai debutan, Hodak menegaskan bahwa Kuala Lumpur City FC punya tekad untuk melaju sejauh mungkin. Keistimewaan sebagai tuan rumah Grup H akan benar-benar dimanfaatkan mereka.

"Kami, bagaimanapun, bermain di kandang dan kami harus menggunakan ini sebagai keuntungan kami," tegas Hodak.

Grup H zona Asia Tenggara Piala AFC 2022 hanya diisi tiga tim lantaran Hanthawaddy United (Myanmar) memilih mundur karena kondisi politik di negara mereka yang belum stabil.

Meski cuma diisi tiga tim, kesempatan klub-klub peserta Grup H untuk lolos ke babak berikutnya sama dengan grup lain.

Tim peringkat pertama akan lolos ke babak selanjutnya, sementara tim yang mengakhiri fase grup di peringkat kedua punya kesempatan lolos sebagai salah satu runner-up terbaik.

(Suara.com/Arief Apriadi)

Berita Terkait

Berita Terkini