Bolaindonesia

3 Hal Buruk Pemain Timnas Indonesia Versi Shin Tae-yong, Termasuk Mental

Shin Tae-yong blak-blakan soal sifat buruk Timnas Indonesia.

Husna Rahmayunita | Adie Prasetyo Nugraha

Pemain Timnas Indonesia rayakan gol Ezra Walian ke gawang Singapura di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 yang digelar di Stadion Nasional, Sabtu (25/12/2021). [dok.PSSI]
Pemain Timnas Indonesia rayakan gol Ezra Walian ke gawang Singapura di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 yang digelar di Stadion Nasional, Sabtu (25/12/2021). [dok.PSSI]

Bolatimes.com - Shin Tae-yong blak-blakan mengenai kebiasaan buruk pemain Timnas Indonesia yang diasuhnua. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatiannya.

Menurut Shin Tae-yong, ketiga sifat buruk Skuad Garuda tersebut yakni mental, makanan, dan weight training alias latihan beban.

"Saya bercerita apa adanya saja ya. Ada 3 hal. Pertama, memang kurang mental profesionalnya. Kedua, masalah makan. Ketiga, gak ngerti weight training," kata Shin Tae-yong dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (11/1/2022)

Pelatih 51 tahun itu menjelaskan saat pertama kali tiba di Tanah Air, banyak pemain-pemain yang tidak tahu mengenai latihan beban. Padahal, ia menyebut sangat penting dilakukan karena sepakbola olahraga yang keras.

"Weight training untuk menguatkan badan, maksudnya main bola, kan pasti main body. Bakal banyak nabrak, benturan, harus keras mainnya," terang Shin Tae-yong.

"Kalau gak punya body yang kuat, kita gak bakal bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Saat coach Shin baru datang, banyak pemain Indonesia tidak tahu soal weight training," sambungnya.

Pelatih Timnas Indonesia U-18, Shin Tae-yong. (dok. PSSI)
Pelatih Timnas Indonesia U-18, Shin Tae-yong. (dok. PSSI)

Sementara mengenai makanan, Shin Tae-yong menyebut pemain-pemain Indonesia masih rendah nutrisi. Padahal, banyaknya protein penting ketimbang karbohidrat.

Lebih dari itu, di tim nasional, Shin Tae-yong mengaku bisa mengontrol semua pemain agar jauh lebih baik. Namun, ketika kembali ke klub masing-masing ia sama sekali tak bisa memantaunya.

"Sebenarnya pemain-pemain harus punya kesadaran dari diri sendiri," pungkas juru taktik asal Korea Selatan tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini