Bolaindonesia

Tak Punya Pelatih, Tajikistan Batal Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Sementara Bangladesh minta tanding lawan Timnas Indonesia dua kali.

Husna Rahmayunita | Adie Prasetyo Nugraha

Potret pemain Timnas Indonesia saat menghadapi Kamboja di Piala AFF 2020. (Dok. PSSI)
Potret pemain Timnas Indonesia saat menghadapi Kamboja di Piala AFF 2020. (Dok. PSSI)

Bolatimes.com - Timnas Indonesia semula disebut akan melawan tiga negara yakni Tajikistan, Brunei Darussalam dan Bangladesh di FIFA Matchday.

Dalam perkembangannya, Tajikistan batal menjadi lawan Skuad Garuda di FIFA Matchday. Sekjen PSSI, Yunus Nusi pun menjelaskan penyebabnya.

Yunus Nusi menyebut Tajikistan tidak berani tanding lantaran sampai dengan saat ini mereka tidak memiliki pelatih.

"Awalnya Tajikistan waktu timnas main di sana mereka minta dan setuju. Tiba-tiba dua hari yang lalu mereka putuskan batal pelatihnya kan tidak ada, sampai sekarang tidak punya pelatih, mereka tidak berani," ungkap Yunus Nusi saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Sementara itu, kemungkinan besar Timnas Indonesia akan uji coba internasional melawan Bangladesh dua kali saat FIFA Matchday pada 24 Januari - 1 Februri 2022. Jika Bangladesh jadi, maka lawan lainnya dipastikan batal.

Sesuai aturan FIFA, dalam masa FIFA matchday setiap negara hanya diperbolehkan melaksanakan maksimal dua kali. Oleh sebab itu, tidak ada lawan lain yang bakal dihadapi Timnas Indonesia.

"Untuk Januari ini kita lagi komunikasi dengan Bangladesh karena mereka mau ke sini (Indonesia), tapi dua kali main," kata Yunus Nusi saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (6/1/2022).

"Jadi kalau Bangladesh minta dua kali main Brunei Darussalam tidak jadi, karena aturannya FIFA Match Day hanya dua kali match," tambah Yunus Nusi.

Tidak sampai di Januari, PSSI tengah menjajaki dua negara Eropa buat beruji coba pada FIFA Matchday periode Maret mendatang. Disebut Yunus, Yunani dan Kroasia dibidik untuk menjajal kemampuan Timnas Indonesia.

"Nah untuk yang FIFA Matchday Maret kita lagi komunikasi dengan Yunani sama Kroasia," pungkas Yunus Nusi.

Berita Terkait

Berita Terkini