Bolaindonesia

Bikin Gemas, 3 Faktor yang Bikin Timnas Indonesia Kalah dari Afghanistan

Salah satunya adalah salah passing yang terus menerus!

Irwan Febri Rialdi

Evan Dimas dalam pertandingan melawan Afghanistan. (PSSI)
Evan Dimas dalam pertandingan melawan Afghanistan. (PSSI)

Bolatimes.com - Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-1 pada laga uji coba melawan Afghanistan di Stadion Gloria, Antalya, Turki, Selasa (16/11/2021) malam tadi.

Satu-satunya gol yang dicetak oleh Afghanistan disumbangkan oleh pemain pengganti, Omid Popalzay, pada menit ke-85.

Gol ini terjadi usai memanfaatkan kelengahan bek veteran, Victor Igbonefo. Lewat serangan balik, bola yang dikirim ke kotak penalti Indonesia justru tak bisa dihalau oleh Igbonefo kemudian disambar Popalzay.

Kekalahan ini terbilang mengecewakan karena skuat arahan Shin Tae-yong mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Namun, Evan Dimas dkk tak bisa memaksimalkannya menjadi gol.

Berikut beberapa ulasan terkait biang keladi kekalahan Timnas Indonesia dari Afghanistan.

1. Masih Banyak Salah Passing dan Taktik Tak Berjalan

Hal mendasar yang menjadi alasan skuat 'Merah Putih' kalah adalah salah oper. Aspek ini diakui oleh Shin yang menyebut bahwa gol yang diperoleh Afghanistan lahir dari kesalahan umpan para pemain Indonesia sendiri.

Gol bermula dari kesalahan passing yang dilakukan pemain. Kami mesti mengurangi kesalahan-kesalahan seperti itu, yang seharusnya tidak dilakukan," ujar Shin Tae-yong dalam keterangan PSSI, seperti dimuat Antara.

Tidak maksimalnya para pemain menerapkan taktik dan teknik mengoper bola membuat skema permainan yang sudah dirancang pun menjadi tak berjalan.

2. Tumpulnya Lini Depan

Aspek lain yang jadi penyebab kekalahan Timnas Indonesia adalah kinerja lini depan. Pada babak pertama, Dedik Setiawan tak mampu lepas dari penjagaan ketat lini belakang Afghanistan dan penyelesaiannya tak maksimal.

Shin Tae-yong kemudian memasukkan Ezra Walian menggantikan Dedik di babak kedua. Beberapa peluang didapatkan oleh pemain Persib Bandung tersebut, namun tak berujung dengan gol.

Para winger atau lini kedua Indonesia pun tak banyak terlihat pergerakan menusuk ke kotak penalti. Hal ini membuat opsi serangan menjadi lebih sedikit.

3. Lini Belakang Hilang Konsentrasi

Selain lini serang yang jadi sorotan, performa para pemain belakang pun menjadi aspek yang tak luput dari kesalahan.

Meski secara keseluruhan tampil apik, lini belakang Timnas Indonesia kehilangan fokus di pengujung laga. Akibatnya kesalahan fatal yang dilakukan di menit 85 berujung dengan gol Omid Popalzay.

Kontributor: Aditia Rizki Nugraha

Berita Terkait

Berita Terkini