Bolaindonesia

Pembatasan Jumlah Pemain untuk Timnas seperti De Javu di Piala AFF 2016

Kebijakan pembatasan pemain pernah diterapkan pada Piala AFF 2016.

Rauhanda Riyantama

Starting XI Timnas Indonesia saat menghadapi Taiwan. (Dok. PSSI)
Starting XI Timnas Indonesia saat menghadapi Taiwan. (Dok. PSSI)

Bolatimes.com - Kebijakan pembatasan jumlah pemain untuk Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020 jelas menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih Shin Tae-yong.

Sebelumnya, klub-klub Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan PSSI telah sepakat untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Setiap klub hanya akan mengirimkan maksimal dua pemainnya ke timnas Indonesia. Penyebabnya, gelaran Piala AFF 2020 digelar secara bersamaan dengan Liga 1 2021.

Oleh karena itu, pihak klub tak ingin dirugikan dengan pemanggilan ini. Maka, mereka bersepakat untuk mengirimkan maksimal dua pemain untuk memperkuat skuad Garuda.

Kondisi semacam ini jelas merugikan pelatih timnas Indonesia. Sebab, Shin Tae-yong tak bisa leluasa memanggil pemain sesuai dengan keinginannya.

Akhirnya, pelatih asal Korea Selatan itu memiliki pilihan yang terbatas. Meskipun merugikan, Shin tetap menerima kebijakan ini dengan lapang dada.

“Itu (pembatasan pemanggilan dua pemain untuk timnas Indonesia) memang merugikan,” kata Shin, saat ditemui awak media di Lapangan B, Senayan, Selasa (9/11/2021).

“Namun, di sisi lain, kebijakan seperti itu memang perlu untuk perkembangan liga di Indonesia, agar sepak bola Indonesia semakin maju,” tambahnya.

De Javu Piala AFF 2016

Kondisi semacam ini sebetulnya bukan perkara yang baru bagi timnas Indonesia. Sebab, kebijakan serupa pernah diterapkan pada Piala AFF 2016.

Ketika itu, pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, hanya bisa memanggil maksimal dua pemain dari masing-masing klub.

Alfred Riedl sebetulnya sempat mengeluhkan kebijakan tersebut. Sebab, hal itu membuatnya kesulitan untuk meracik formasi yang tangguh.

Pada saat itu, kebijakan pembatasan pemain untuk timnas Indonesia ini diambil karena kompetisi Indonesia Soccer Championship (TSC) 2016 juga masih bergulir saat Piala AFF 2016 berlangsung.

“Sayangnya, kami hanya bisa memilih dua pemain dari setiap klub. Ada klub-klub yang tidak begitu mendukung timnas dan lebih mementingkan kompetisi,” kata Riedl saat itu.

Meskipun tampil di Piala AFF 2016 dengan keterbatasan itu, nyatanya skuad Merah Putih tetap mampu tampil maksimal,

Mereka memang sempat kalah pada pertandingan pertama fase grup. Berjumpa Thailand, Garuda Muda dipaksa takluk dengan skor 2-4.

Namun, setelah itu tim asuhan Alfred Riedl perlahan-lahan mampu bangkit. Pada laga kedua, skuad Merah Putih bermain imbang 2-2 dengan Filipina.

Adapun pada laga terakhir di Grup A, skuad Merah Putih sukses menang tipis 2-1 atas Singapura. Kemenangan ini mengantarkan timnas Indonesia lolos dari fase grup dengan status runner-up.

Pada babak semifinal, langkah timnas Indonesia semakin mantap setelah menang 2-1 atas Vietnam pada laga leg pertama.

Sementara pada leg kedua, mereka berhasil menahan imbang Vietnam dengan skor 2-2. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan sukses melaju ke final seusai menang agregat 4-3 atas Vietnam.

Pada partai final, timnas Indonesia harus berjumpa Thailand, tim yang menjegal langkah mereka pada fase grup.

Namun, pada leg pertama, Indonesia sukses tampil mengejutkan seusai menang 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor.

Sayangnya, pada leg kedua final Piala AFF 2016, timnas Indonesia harus tumbang 0-2 dan gagal mengangkat trofi karena kalah agregat 2-3.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini