Bolaindonesia

Diperingatkan Bakal Didekati Oknum Pengaturan Skor, Raffi: Kita Harus Apa?

Akmal Marhali berikan hipotesa soal AHHA PS Pati dan Rans Cilegon FC bakal didekati pengatur skor.

Arif Budi Setyanto

Raffi Ahmad di acara Mata Najwa. (YouTube/Najwa Shihab)
Raffi Ahmad di acara Mata Najwa. (YouTube/Najwa Shihab)

Bolatimes.com - Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali, mewanti-wanti kepada Atta Halilintar dan Raffi Ahmad bisa saja klub mereka bakal didekati oleh oknum pengaturan skor.

Hal tersebut disampaikan Akmal Marhali dalam acara Mata Najwa "PSSI Bisa Apa Jilid 6: Lagi-lagi Begini" yang tayang pada 4 November kemarin.

Ditanya Najwa Shihab bagaimana cara Atta dan Raffi bisa membaca kecurigaan pengaturan skor, Akmal Marhali kemudian menjelaskan hipotesa yang bisa terjadi.

"Ke depan saya melihat hipotesa saya begini. PS Ahha itu ada di zona degradasi, itu akan bertahan terus sampai di situ. Sampai kemudian dua tiga pertandingan terakhir, akan ada orang yang datang untuk menawarkan 'mau nggak diselamatkan dalam jumlah sekian' karena melihat sosok Atta ini kan punya duit," ucap Akmal Marhali.

"Nah, Raffi juga (Rans Cilegon) nanti akan di posisi tiga terus. Sampai dua tiga pertandingan terakhir, nanti akan ada yang datang untuk nawarin mau nggak delapan besar."

"Ini hipotesa ya, yang bisa kemudian jadi atau tidak. Artinya nanti akan terjawab di akhir kompetisi ini. Karena dilihat Atta dan Raffi ini orang baru di bola dan dia punya uang dan dianggap belum tahu rimba sepak bola kita," imbuhnya.

Akmal Marhali jelaskan hipotesanya kepada Atta dan Raffi. (YouTube/Najwa Shihab)
Akmal Marhali jelaskan hipotesanya kepada Atta dan Raffi. (YouTube/Najwa Shihab)

Mendapatkan peringatan dari hipotesa Akmal Marhali tersebut. Raffi pun penasaran, sehingga bertanya sebaiknya dia harus bagaimana.

"Jadi kita harus gimana bang baiknya?" tanya Raffi serius.

"Harus jaga, jaga. Saya katakan tadi ada pilihan buat Atta dan Raffi ini di sepak bola sebagai orang baru, dua. Dia kemudian angkat bendera putih ternyata rimbanya sangat luar biasa seramnya, kemudian uang habis atau ikut kecebur di dalamnya, bermain di dalamnya demi sebuah gengsi di klub sepak bola," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini