Bolaindonesia

Marco Gracia Paulo Minta Maaf, Tegaskan PSS Sleman Tak Pindah Homebase

Marco memastikan pernyataannya kemarin bersifat pribadi.

Husna Rahmayunita

Direktur Utama (Dirut) PT PSS, Marco Garcia Paulo, di salah satu kafe di Yogyakarta, Kamis (10/9/2020). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi).
Direktur Utama (Dirut) PT PSS, Marco Garcia Paulo, di salah satu kafe di Yogyakarta, Kamis (10/9/2020). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi).

Bolatimes.com - Sempat heboh pernyataan Dirut PT PSS Sleman Marco Gracia Paulo soal homebase pindah saat suporter menyuarakan tuntutan pencopotan Dejan Antonic.

Kini, Marco mencabut pernyataan itu. Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan tidak ada pindah homebase.

"Ini sebenarnya, masalah komunikasi. Tapi pertama saya menyampaikan permohonan maaf kepada semua masyarakat Sleman, bukan hanya Sleman fans tapi kepada seluruh masyarakat Sleman," kata Marco melalui sambungan telpon, Jumat (1/10/2021).

Marco memastikan pernyataannya kemarin tidak mewakili jajaran direksi atau manajemen, melainkan hanya bersifat pernyataan pribadi saja.

"Itu murni (pernyataan) saya pribadi karena itu spontan, sekali lagi saya mohon maaf dan saya pastikan tidak ada rencana sedikitpun untuk ke sana (memindah homebase)," ujarnya.

Dlam kesempatan ini, Marco juga menyatakan bahwa wacana tersebut tidak akan direalisasikan. Dalam artian, homebase tim berjuluk Super Elang Jawa itu tetap akan berada di Sleman.

"Saya tegaskan PSS ini punya Sleman dan selamanya ada di Sleman," tegasnya.

Dia mengakui pernyataan mengenai wacana perpindahan homebase itu sebagai imbas dari tekanan berat suporter. Bahkan, klaim Marco bahwa keluarganya sampai menerima teror.

Sejumlah tekanan bertubi-tubi tersebut akhirnya yang membuat ia secara spontan mengeluarkan pernyataan tersebut.

"Memang semuanya (tekanan) bergabung menjadi satu dan secara spontan akhirnya karena desakan yang terlalu keras itu akhirnya saya bereaksi," bebernya.

Lebih lanjut. Marco menambahkan tetap ingin memperbaiki komunikasi kepada semua pihak termasuk para suporter agar dapat menemukan solusi terbaik dari persoalan yang tengah dihadapi ini.

"Sekarang tinggal komunikasinya kita perbaiki. Saya juga tetap membuka selebar-lebarnya untuk bisa komunikasi yang lebih baik, saya yakin pasti ketemu solusi terbaiknya," tandasnya.

Untuk diketahui, ratusan suporter PS Sleman sempat menggeruduk Omah PSS atau Kantor Manajemen PSS di Sariharjo, Ngaglik, Sleman,pada Kamis (30/9/2021). Hal ini sebagai tuntutan kekecewaan kepada Dejan Antonic yang diminta untuk mundur dari kursi pelatih.

(Suarajogja.id/Hiskia Andika Wicaksana)

Berita Terkait

Berita Terkini