Bolaindonesia

Sudah Lunasi Tunggakan Gaji 20 Pemain, PSPS Masih Terancam Sanksi dari NDRC

Belum lama ini, PSPS sudah melunasi tunggakan gaji 20 pemain

Irwan Febri Rialdi

Pemain PSPS Riau saat menjalani latihan belum lama ini. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]
Pemain PSPS Riau saat menjalani latihan belum lama ini. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Bolatimes.com - PSPS Riau dilaporkan sudah membayarkan kewajiban alias utang gaji terhadap 20 pemainnya. Sebagai informasi, PSPS menunggak gaji sekitar Rp 781 juta.

Tunggakan 20 gaji pemain PSPS itu tertuang pada putusan National Dispute Resolution Chamber alias NDRC Indonesia dengan nomor: 001/NDRC/X/2019 s/d 020/NDRC/X/2019. Isi putusan tersebut mengharuskan PSPS membayar tunggakan gaji selambatnya 45 hari setelah diputuskan.

"Atas putusan tersebut, setelah 16 bulan lamanya sejak tanggal jatuh tempo, kemarin, pada tanggal 12 Juli 2021, berdasarkan informasi yang kami terima dari 20 pemain PSPS, Klub PSPS akhirnya telah melunasi tunggakan tersebut," tulis pernyataan resmi APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia), Selasa (13/7/2021).

"APPI memberikan apresiasi atas pelunasan ini terhadap klub PSPS Pekanbaru dan yang telah mentaati Putusan NDRC NOMOR: 001/NDRC/X/2019 s/d 020/NDRC/X/2019," sambung pernyataan tersebut.

Tidak sampai di situ, APPI berharap PSPS bisa menyelesaikan permasalahan NDRC berikutnya yang tertuang dalam putusan nomor 012/NDRC/I/2021 s/d 015/NDRC/I/2021 pada 21 Maret lalu.

Di mana dalam putusan itu disebutkan PSPS harus membayar tunggakan gaji terhadap empat pemain yang telah jatuh tempo pada 14 April 2021.

Jika gaji empat pemain tersebut belum dibayarkan secara penuh maka PSPS masih dalam sanksi NDRC yakni larangan mendaftarkan pemain selama tiga periode transfer.

"Atas belum juga dipenuhinya putusan tersebut, sanksi larangan pendaftaran pemain untuk 3 periode pendaftaran terhadap Klub PSPS masih berlaku," lanjut pernyataan APPI.

Sebelumnya, pemilik anyar PSPS, Norizam Tukiman juga telah bersuara mengenai hal ini. Ia mengklaim telah melunasi permasalahan tunggakan gaji tersebut.

"Alhamdulillah, Saya sebagai pemilik baru klub PSPS hari ini ingin memberikan satu pengumuman kepada seluruh pendukung setia klub PSPS serta seluruh pecinta sepak bola Indonesia," tulis Norizam di Instagram resmi klub.

"Bahwasanya sembari menyiapkan pembentukan tim untuk musim 2021, kami telah menyelesaikan utang-utang gaji para pemain PSPS musim 2018 sebanyak 20 pemain. Putusan hukuman yang dikeluarkan oleh NDRC Indonesia telah resmi gugur karena hak-hak 20 pemain yang sempat tertunda kini telah selesai."

"Ketika pertama kali saya mengumumkan mengambil alih kepemilikan klub PSPS Riau pada 3 Mei 2021 di Hotel Premier Pekanbaru, saya tegaskan bahwa utang antara PSPS dengan pemain adalah salah satu janji saya dan akan selesai sebelum kick-off Liga 2 pada 24 Juli 2021 (Walau belakangan kita mengetahui kick-off Liga 2 diundur menjadi awal September). Namun penyelesaian ini tidak kita undur dan selesai di bulan Juli ini juga. Sekali lagi, Alhamdulillah."

"Namun masih ada beberapa perkara putusan NDRC Indonesia dan APPI kepada PSPS yang belum selesai salah satunya adalah laporan 4 pemain musim 2020 yang lalu (Liga dihentikan karena force majeur) dan kita janjikan akan kita selesaikan pula secepatnya. Ini bagian dari komitmen kita untuk membuat perubahan dan kemajuan di PSPS."

"Semoga dengan ini PSPS dapat lebih fokus mempersiapkan tim dengan baik dan dukungan para suporter, pecinta bola serta masyarakat Riau kepada PSPS semakin meningkat."

(Adie Prasetyo)

Berita Terkait

Berita Terkini