Bolaindonesia

Penundaan Liga 1 Diharapkan Bisa Buka Akses Vaksin Pelaku Sepak Bola

Penundaan Liga 1 bertujuan mencegah penularan virus.

Husna Rahmayunita

Logo Liga 1 2020.
Logo Liga 1 2020.

Bolatimes.com - Gelaran Liga 1 2021 resmi ditunda akibat situasi pandemi yang belum mereda. Penundaan ini diharapkan mampu membuka akses vaksin bagi para pelaku sepak bola.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf media Arema FC Sudarmaji. Ia mengatakan pihaknya mendukung keputusan penyelenggara Liga 1 yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Arema FC berharap kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT LIB agar bisa membuka akses vaksin yang seluas-luasnya, kepada seluruh pelaku sepak bola Indonesia yang terlibat dalam kompetisi.

"Kami mendorong kepada PSSI, dan PT LIB agar membuka akses vaksin terhadap pelaku sepak bola, baik itu pemain, ofisial, maupun pihak-pihak yang terlibat di kompetisi," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Rabu (30/6/2021).

Menurutnya, penundaan Liga 1 hingga akhir Juli 2021 adalah sebagai bentuk upaya bersama antara klub dan elemen masyarakat untuk menekan laju peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia.

Dia mengatakan Arema FC menyatakan siap untuk membantu pemerintah dalam menjalankan program vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kantor Arema FC, yang biasa disebut Kandang Singa, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, (21/3/2020). (ANTARA/HO-Arema FC/VFT)
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kantor Arema FC, yang biasa disebut Kandang Singa, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, (21/3/2020). (ANTARA/HO-Arema FC/VFT)

"Sebagai bentuk upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan mendukung penuh pemerintah yang akan mengadakan program vaksin massal," sambungnya.

Arema FC sudah terlibat aktif dalam gerakan massal Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC) yang gencar melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan, dan upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Jika Liga 1 digelar nantinya, Sudarmaji pun berharap ajang tersebut dapat menjadi salah satu media kampanye vaksinasi.

"Hal ini sekaligus untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu aman, dan berfungsi untuk menekan penyebaran COVID-19," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini