Bolaindonesia

Profil Evan Dimas, Pemain yang Tak Tergantikan oleh 3 Pelatih Timnas

Evan Dimas jadi pemain yang tak tergantikan oleh tiga pelatih timnas berbeda, Alfred Riedl, Luis Milla, hingga Shin Tae-yong.

Rauhanda Riyantama

Pemain timnas Indonesia Evan Dimas (tengah) menggiring bola dibayangi pemain timnas Timor Leste Joao Pedro Da Silva Freitas (kiri) dan Armindo Correia De Almeida dalam pertandingan penyisihan grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/11/2018). Indonesia menang 3-1. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Pemain timnas Indonesia Evan Dimas (tengah) menggiring bola dibayangi pemain timnas Timor Leste Joao Pedro Da Silva Freitas (kiri) dan Armindo Correia De Almeida dalam pertandingan penyisihan grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/11/2018). Indonesia menang 3-1. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Bolatimes.com - Nama Evan Dimas Dharmono telah cukup lama jadi langganan Timnas Indonesia, meski sudah beberapa kali berganti pelatih. Performanya yang menjanjikan, attitude-nya yang baik, serta skill yang cocok untuk banyak pelatih, ditengarai jadi alasan utamanya. Berikut profil Evan Dimas Dharmono, pemain yang tak tergantikan oleh 3 pelatih timnas berbeda.

Profil Evan Dimas Dharmono

Lahir pada 13 maret 1995, di Surabaya, pemain berusia 26 tahun ini memiliki tekad kuat sejak kecil menjadi seorang pemain bola profesional. Saat ia ingin masuk SSB, ia sempat mendapat tentangan dari sang ibu.

Pertama kali ia bergabung dengan SSB Sakti Bogowonto, kemudian pindah ke SSB Mitra Surabaya. Prestasinya di level junior mulai terbukti dengan memenangi beberapa kompetisi di level amatir, sehingga ia makin mantap dengan jalan yang dipilihnya.

Pemain timnas Indonesia U-23 (kiri ke kanan) Irfan Jaya, Alberto Goncalves dan Evan Dimas saat merayakan gol pada penyisihan Grup A cabang Sepak Bola Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Patriot Bekasi Jawa Barat,Senin (20/8/2018). (ANTARA FOTO/INASGOC)
Pemain timnas Indonesia U-23 (kiri ke kanan) Irfan Jaya, Alberto Goncalves dan Evan Dimas saat merayakan gol pada penyisihan Grup A cabang Sepak Bola Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Patriot Bekasi Jawa Barat,Senin (20/8/2018). (ANTARA FOTO/INASGOC)

Dinyatakan lolos seleksi PON 2010 lalu, ia juga berlanjut dengan mengikuti PON di Palembang pada tahun 2021 dan lolos saat seleksi U-19. Tim yang dipersiapkan ini kemudian diberangkatkan ke Spanyol dan menjalani seleksi di Barcelona dan Hongkong.

Prestasinya yang lain adalah berhasil mendapatkan kepercayaan untuk memimpin sebagai kapten di timnas U-19 untuk berlaga di Piala AFF. Penampilannya yang impresif kemudian dilirik oleh timnas senior, dan masuk dalam skuad sementara yang disusun oleh Alfred Riedl.

Alasan Mengapa Ia Selalu Dipilih

Sebenarnya secara sederhana, alasan yang menjadi dasar dipilihnya Evan Dimas Dharmono adalah performanya yang begitu impresif. Hampir di setiap pertandingan saat ia diturunkan, ia berhasil membantu setiap lini dengan kesigapannya.

Seperti memang memiliki mental pemimpin, pemain yang satu ini berhasil mengajak setiap rekan satu timnya untuk bergerak bersama secara kompak dalam bermain di lapangan hijau. Tak heran jika 3 pelatih terakhir yang dipercaya oleh PSSI untuk menangani timnas selalu memanggilnya ke dalam skuad utama.

Itu tadi profil Evan Dimas Dharmono, pemain yang tak tergantikan oleh 3 pelatih timnas berbeda (Alfred Riedl, Luis Milla, Shin Tae-yong). Semoga informasi di atas bisa menjadi informasi yang berguna, dan selamat menjalani hari-hari Anda!

Kontributor: I Made Rendika Ardian

Berita Terkait

Berita Terkini