Bolaindonesia

Salah Makan, Bek Timnas Indonesia Dijewer dan Dimarahi Shin Tae-yong

Shin Tae-yong bertindak tegas demi meningkatkan kualitas pemain.

Arif Budi Setyanto

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong memimpin latihan di Stadion Madya, Jakarta. (dok. PSSI)
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong memimpin latihan di Stadion Madya, Jakarta. (dok. PSSI)

Bolatimes.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, melakukan tindakan tegas kepada pemain yang tidak menjaga konsumsi makanan. Rifad Marasabessy menjadi korban ketegasan Shin Tae-yong karena makan sembarangan.

Sebagaimana diketahui, 28 pemain telah diboyong pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dari Jakarta ke Dubai untuk menjalani pemusatan latihan (TC).

Dalam TC kali ini Shin Tae-yong tidak main-main untuk meningkatkan kualitas para pemain Timnas Indoensia. Bahkan, pelatih asal Korea Selatan itu begitu memperhatikan pola makan agar fisik para pemain meningkat.

Sayangnya, setibanya di Dubai ada satu pemain timnas yang kedapatan salah mengonsumsi makanan. Maka dari itu, Shin Tae-yong dengan tugas memberikan hukuman dengan menjewernya.

Hal tersebut diketahui dari kanal YouTube PSSI TV yang tayang Rabu (19/5/2021). Dalam video itu, terlihat pemain yang salah makan dan mendapatkan hukuman Shin Tae-yong adalah Rifad Marasabessy.

"Untuk meningkatkan fisik butuh konsumsi makanan yang benar. Karena tadi ada pemain yang konsumsinya tidak benar, maka saya tegue sedikit," ucap Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong jewer Rifad Marasabessy. (YouTube/PSSI TV)
Shin Tae-yong jewer Rifad Marasabessy. (YouTube/PSSI TV)

"Harus makan high protein agar bisa menigkatkan kondisi fisik para pemain," imbuhnya.

Sementara itu, nantinya ada dua laga uji coba yang bakal dihadapi Timnas Indonesia di Dubai, yakni melawan Afghanistan pada 25 Mei nanti dan Oman empat hari setelahnya.

Kemudian, skuad Garuda akan melakoni tiga pertandingan sisa di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G kontra Thailand, Vietnam dan UEA pada awal Juni, yang seluruhnya juga akan dihelat di Dubai sebagai venue netral.

Berita Terkait

Berita Terkini