Bolaindonesia

Nasib Simon McMenemy Berada di Tangan Komite Eksekutif

Di bawah asuhan Simon McMenemy Timnas Indonesia mengalami empat kekalahan beruntun di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Galih Priatmojo

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy dan Sekjen PSSI, Ratu Tisha (Sumber: pssi.org)
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy dan Sekjen PSSI, Ratu Tisha (Sumber: pssi.org)

Bolatimes.com - Evaluasi kinerja pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy sudah dilaporkan ke PSSI. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

Usai pertandingan Timnas U-19 lawan China U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kamis (17/10/2019) malam, Tisha menjelaskan evaluasi tersebut dilakukan menyusul empat kekalahan beruntun timnas Indonesia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022.

"Seluruh keputusan terkait nasib pelatih ada di Komite Eksekutif, saya di kesekjenan hanya menjalankan. Jadi seluruhnya secara teknis sudah saya sampaikan laporannya," ujarnya seperti dilansir dari Suara.com.

Kinerja Simon menyusul hasil buruk yang diraih timnas Indonesia dengan kemasukan 14 gol dan hanya mampu mencetak tiga gol, saat ini tengah menjadi sorotan.

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy. [Shutterstock]
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy. [Shutterstock]

Disinggung kemungkinan pergantian pelatih, Ratu Tisha memilih bungkam dan meminta publik menunggu hasil evaluasi.

Sementara itu, terkait merebaknya rumor pelatih asal Spanyol, Luis Milla yang akan kembali menukangi timnas Indonesia, Tisha juga meminta semua pihak bersabar.

Ratu Tisha beralasan hasil buruk yang diraih Tim Garuda merupakan konsekuensi dari program berjenjang yang dilakukan PSSI.

"Timnas itu berjenjang, kompetisi berjenjang. Timnas sekarang, hasil kerja keras tujuh tahun silam. Makanya kami bikin kompetisi Elite Pro Akademi untuk usia 16, 18 dan 20 tahun. Dari situ diambil untuk timnas," ucapnya.

Dia berharap kompetisi yang digelar PSSI akan membuahkan hasil bagi timnas Indonesia pada lima tahun mendatang.

"Saya ingin menang di semua nomor, tapi harus tahu ini prosesnya karena memang kami membangun yang berjenjang," katanya seperti dimuat Antara.

Berita Terkait

Berita Terkini