Bolaindonesia

PSSI Pulangkan Otavio Dutra, Persebaya Surabaya Tak Terima

Persebaya Surabaya sebelumnya sudah memberitahukan bahwa proses naturalisasi Otavio Dutra belum selesai.

Galih Priatmojo

Bek Persebaya, Otavio Dutra (Dok: persebaya.id)
Bek Persebaya, Otavio Dutra (Dok: persebaya.id)

Bolatimes.com - PSSI memulangkan Otavio Dutra ke klubnya lantaran administrasi naturalisasinya masih belum selesai. Menyikapi hal itu, pihak Persebaya Surabaya pun melemparkan protes.

Pemulangan tersebut disampaikan oleh PSSI melalui surat tertanggal 28 Agustus 2019. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

Terkait hal ini, Persebaya disebutkan mengalami beberapa kerugian. Padahal, sebelum Dutra dipanggil ke tim nasional pada 22 Agustus lalu, telah disampaikan bahwa proses naturalisasi sang pemain belum beres.

Pesepak bola Persebaya Surabaya Otavio Dutra (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol saat menghadapi Persidago Gorontalo pada pertandingan babak 16 besar leg kedua Piala Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/2/2019). Dalam pertandingan tersebut Persebaya Surabaya mengalahkan Persidago Gorontalo dengan skor akhir 7-0. ANTARA FOTO/Moch Asim
Pesepak bola Persebaya Surabaya Otavio Dutra (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol saat menghadapi Persidago Gorontalo pada pertandingan babak 16 besar leg kedua Piala Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/2/2019). Dalam pertandingan tersebut Persebaya Surabaya mengalahkan Persidago Gorontalo dengan skor akhir 7-0. ANTARA FOTO/Moch Asim

 

Persebaya bermaksud meminjam Otavio Dutra lebih dahulu sebelum bergabung ke pemusatan latihan Timnas Indonesia, untuk menghadapi Persija Jakarta, pada 24 Agustus lalu. Namun, PSSI tidak mengizinkannya.

Walhasil, pemain kelahiran Brasil tersebut tidak bisa tampil saat Persebaya melawan Persija di Stadion Gelora Bung Tomo. Pertandingan tersebut pun berkesudahan dengan skor 1-1.

"Persebaya sangat menyesalkan soal ini. Padahal dari awal, saat Dutra dipanggil ke timnas, sudah kita sampaikan bahwa proses naturalisasi belum selesai. Entah mengapa federasi tetap ngotot memanggil. Alhasil, kami tak bisa memakai tenaga Dutra saat lawan Persija," kata Sekretaris tim Persebaya, Ram Surahman seperti yang dilansir dari Suara.com.

"Kejadian tersebut, menujukkan pengelolaan PSSI khususnya Timnas Indonesia sama sekali tak profesional. Sangat merugikan klub dan terkesan semaunya," ia menambahkan.

Kerugian tidak sampai di situ, Persebaya yang menyumbangkan empat pemain ke tim nasional yaitu Otavio Dutra, Ruben Sanadi, Hansamu Yama, dan Irfan Jaya, bermaksud meminjam salah satu punggawanya untuk pertandingan melawan Bhayangkara FC, Sabtu (31/8/2019).

Menurut kesepakatan di awal, Ram menyebutkan bahwa tim berhak meminjam satu pemain yang dipanggil ke tim nasional, jika ada lebih dari tiga orang yang dipanggil. Kesepakatan tersebut juga dituliskan oleh PSSI saat Persebaya memohon pemainnya terlambat bergabung ke pemusatan latihan tim nasional.

Namun, Persebaya yang memohon meminjam Ruben Sanadi untuk melawan Bhayangkara FC dapat jawaban berbeda. PSSI justru malah mengirimkan surat pemulangan Otavio Dutra yang dari awal sudah diberitahu bahwa administrasi naturalisasi masih belum selesai.

"Surat ini, dikirim sehari setelah kita minta izin memakai Ruben Sanadi untuk memperkuat Persebaya guna bisa turun lawan Bhayangkara FC. Harusnya ini mudah, karena di surat sebelumnya PSSI menyatakan bahwa apabila empat pemain dipanggil timnas maka klub bisa mempertahankan satu pemain dan baru bergabung maksimal H-4 jelang pertandingan resmi timnas," jelas Ram.

"Ada beberapa klub yang empat pemainnya dipanggil yakni persebaya, Madura United dan Bali United. Nah, saat surat sudah dikirim, yang datang surat pemulangan Otavio Dutra ini," ia menambahkan.

Terkait masalah ini, Bajul Ijo --julukan Persebaya-- merasa sangat dirugikan. Oleh karenanya, Persebaya bakal mengkaji keikutsertaan mereka dalam program PSSI ke depan, yaitu sepak bola putri.

"Kejadian ini sangat merugikan klub dan disadari atau tidak, meremehkan klub sebagai tulang penyangga utama timnas. Untuk itu, Persebaya saat ini mengkaji ulang keikutsertaan dalam salah satu program PSSI yakni sepak bola putri," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini