Bona Sebut Koordinasi Lemah Jadi Faktor Kekalahan PSIM Yogyakarta

Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak akui timnya kalah kelas dari PSS Sleman

Galih Priatmojo | Andiarsa Nata | BolaTimes.com
Rabu, 10 Oktober 2018 | 21:13 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Bona Simanjuntak berbicara saat konferensi pers usai dikalahkan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman (10/10/2018) (BOLATIMES/STEPHANUS ARANDITIO)

Pelatih PSIM Yogyakarta, Bona Simanjuntak berbicara saat konferensi pers usai dikalahkan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman (10/10/2018) (BOLATIMES/STEPHANUS ARANDITIO)

Bolatimes.com - Pelatih PSIM Yogyakarta, Bona Simanjuntak menyebut kekalahan timnya dari PSS Sleman disebabkan karena koordinasi dan komunikasi antar pemain di dalam lapangan tidak berjalan seperti yang diharapkan.

PSIM Yogyakata harus mengakui keunggulan PSS Sleman di laga lanjutan Liga 2 Indonesia yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada Rabu (10/10/2018).

Tim yang berjuluk Laskar Mataram ini kalah dengan skor menyakitkan. Mereka ditekuk PSS Sleman dengan skor 4-0. Empat gol kemenangan Elang Jawa diciptakan oleh Rangga Muslim Perkasa (20'), Cristian Gonzales (24', 25') dan Ichsan Pratama (47').

Bona Simanjutak pun mengaku menerima kekalahan tersebut. Bona menyebut timnya telah berusaha dan bekerja keras pada laga melawan PSS Sleman itu. Tapi apa daya, meski telah mencoba bangkit, anak asuhnya tidak bisa mengejar ketertinggalan.

Menurut pelatih berusia 40 tahun itu, kekalahan timnya disebabkan karena koordinasi dan komunikasi yang tidak jalan di antara pemain.

''Para pemain sudah berusaha, sudah bekerja keras, tapi hasilnya kami kalah. Kami terima. Di babak pertama, lini belakang kami koordinasi dan komunikasi tidak jalan,'' buka Bona Simanjuntak usai pertandingan kepada Bolatimes.com.

''Jadi tiga gol itu sebenarnya kesalahan dari pemain kami. Kemudian di babak kedua kami bangkit, tapi kami tidak bisa mengejar ketertinggalan,'' imbuhnya lagi.

Terkait penyebab koordinasi dan komunikasi yang tidak berjalan seperti harapan, BOna menilai para pemainnya saling menunggu dan berharap kepada rekan lainnya untuk saling berkomunikasi.

''Mengenai kesalahan komunikasi saya pikir para pemain saling mengharap. Tidak saling memberi tahu, mereka diam dan hanya berharap kepada temannya. Makanya komunikasi tidak jalan,'' tutup Bona.

Kekalahan atas PSS Sleman ini pun membuat PSIM Yogyakarta gagal lolos ke babak delapan besar Liga 2 Indonesia.

Baca Juga: PSS Sleman Menang Besar, Seto Nurdiantoro Masih Belum Puas

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pekan pembuka BRI Super League 2025/26 menyajikan kejutan dari kiper Persik Kediri, Leo Navacchio, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Bali United

bolaindonesia | 23:16 WIB

Kiper andalan PSM Makassar, Reza Arya Pratama, baru saja mengukir rekor pribadi yang membanggakan.

bolaindonesia | 22:05 WIB

Persib Bandung memulai perjalanan di BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Semen Padang

bolaindonesia | 22:00 WIB

Polemik rumput JIS kembali mencuri perhatian penggemar sepak bola Indonesia, mempertanyakan mengapa stadion megah berbiaya Rp2 triliun ini terus bermasalah.

bolaindonesia | 12:18 WIB

Persita Tangerang memulai BRI Super League 2025/26 dengan kekalahan telak 0-4 dari Persija Jakarta di Jakarta International Stadium

bolaindonesia | 12:09 WIB

Persija Jakarta memulai petualangan di BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Persita

bolaindonesia | 10:08 WIB

Persija Jakarta mengawali BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan gemilang 4-0 atas Persita Tangerang

bolaindonesia | 01:21 WIB

Kodai Tanaka, striker asal Jepang, menjadi bintang kemenangan Laskar Sambernyawa dengan gol krusialnya, menandai debut impresif di sepak bola Indonesia.

bolaindonesia | 01:13 WIB

Saya yakin kami bisa menang, tapi banyak peluang gagal jadi gol, ujar pelatih asal Belanda itu.

bolaindonesia | 01:08 WIB

Persib Bandung memulai langkah mereka di BRI Super League 2025/26 dengan hasil gemilang.

bolaindonesia | 00:57 WIB