Boladunia

Juventus Dihukum Pengurangan 15 Poin, Ini Sebabnya!

Juventus kini harus turun peringkat akibat hukuman pengurangan 15 poin.

Rauhanda Riyantama

Gelandang Juventus Nicolo Fagioli (tengah) melakukan selebrasi dengan penyerang Federico Chiesa (kanan) dalam pertandingan Liga Italia lawan Inter Milan di Allianz Stadium pada 7 November 2022. ANTARA/AFP/MIGUEL MEDINA
Gelandang Juventus Nicolo Fagioli (tengah) melakukan selebrasi dengan penyerang Federico Chiesa (kanan) dalam pertandingan Liga Italia lawan Inter Milan di Allianz Stadium pada 7 November 2022. ANTARA/AFP/MIGUEL MEDINA

Bolatimes.com - Juventus dihukum pengurangan 15 poin dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akibat kasus pemalsuan nilai transfer pemain dan laporan keuangan, Jumat (20/1/2023) malam WIB. Alhasil, Bianconeri kini turun drastis di papan klasemen Liga Italia 2022/2023.

Sanksi ini membuat Juventus yang sejatinya menduduki urutan tiga klasemen dengan koleksi 37 poin, kini terjun bebas ke peringkat 10 dengan 22 poin. Situasi ini membuat tim besutan Massimiliano Allegri terancam tidak mampu finis di zona Liga Champions di akhir musim.

Dilansir dari CBS Sport, Sabtu (21/1/2023), sanksi tidak hanya diberikan kepada tim, melainkan juga 11 petinggi mereka, mulai dari direktur hingga anggota dewan. Mereka dilarang berkecimpung di dunia sepak bola dalam jangka waktu bervariasi.

"Pengadilan Banding Federal yang dipimpin oleh Mario Luigi Torsello telah menerima sebagian banding dari Kantor Kejaksaan Federal atas pencabutan sebagian keputusan Pengadilan Banding Federal untuk United Sections n. 89 dari 27 Mei lalu, memberikan sanksi kepada Juventus dengan 15 poin penalti yang akan diberikan pada musim sepak bola saat ini dan dengan serangkaian larangan bagi 11 eksekutif Juventus," kata FIGC dalam sebuah pernyataan.

Juventus secara resmi telah mengajukan banding atas hukuman tersebut. Hukuman 15 poin lebih berat dari pengurangan sembilan poin yang direkomendasikan oleh jaksa FIGC pada hari sebelumnya.

Ini semua terjadi setelah laporan keuangan klub baru-baru ini berada di bawah pengawasan jaksa dan regulator pasar Italia CONSOB dalam beberapa bulan terakhir atas dugaan akuntansi palsu dan manipulasi pasar.

Selain Juventus, delapan klub berikut dibebaskan dari segala kesalahan dalam penyelidikan: Sampdoria, Pro Vercelli, Genoa, Parma, Pisa, Empoli, Novara, dan Pescara.

Sebelum dijatuhi sanksi, penyelidikan ini menyebabkan jajaran dewan Juventus mengundurkan diri pada November, yang juga menandai berakhirnya era Agnelli dan Pavel Nedved. Nama terakhir merupakan legenda Bianconeri yang sebelum mundur menjabat sebagai wakil Presiden.

Selain mereka, ada juga Fabio Paratici yang kini menjabat sebagai Direktur Olahraga Tottenham Hotspur. Dia ikut kena sanksi tetapi larangan berkecimpung di sepak bola yang dijatuhi FIGC untuk sementara cuma berlaku di Italia.

Kepala jaksa Giuseppe Chine, setelah meluncurkan penyelidikan di klub, mengatakan dia merasa yakin dia memiliki "elemen bukti baru yang menunjukkan adanya kejahatan," menurut La Gazzetta della Sport.

Juventus dilaporkan akan mengajukan banding ke Guarantee College dari komite olimpiade nasional Italia (CONI) untuk melihat apakah poin yang dikurangi dapat dikembalikan.

Khusus untuk Paratici, Jaksa FIGC telah secara resmi meminta UEFA dan FIFA untuk memperpanjang larangan berkecimpung di sepak bola di luar Italia.

Daftar Lengkap Sanksi FIGC untuk Juventus

  • Juventus: Pengurangan 15 poin dari klasemen Serie A saat ini
  • Fabio Paratici, sekarang direktur di Tottenham: larangan 30 bulan
  • Andrea Agnelli, mantan ketua: larangan 24 bulan
  • Maurizio Arrivabene, mantan CEO: larangan 24 bulan
  • Federico Cherubini, direktur saat ini: larangan 16 bulan
  • Pavel Nedved, mantan wakil presiden: Larangan delapan bulan
  • Paolo Garimberti, mantan anggota dewan: Larangan delapan bulan
  • Enrico Vellano, mantan direktur non-independen: Larangan delapan bulan
  • Assia Grazioli-Venier, mantan anggota dewan: Larangan delapan bulan
  • Caitlin Hughes, mantan direktur independen: Larangan delapan bulan
  • Daniela Marilungo, mantan direktur independen: Larangan delapan bulan
  • Francesco Roncaglio, mantan anggota dewan: Larangan delapan bulan

Berita Terkait

Berita Terkini